JAVANETWORK.CO.ID.PAMEKASAN – Posko 22 STKIP PGRI Sumenep “Study Entrepreneur” mengawali program Entrepreneur dan Local Produc Marketing Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertempat di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Ahad (28/07/2024).
Kegiatan bertempat di salah satu kediaman H. Ishaq pengusaha ayam pedaging di Dusun Palalang, Waru Barat, sekitar pukul 11.00 WIB dihadiri Ketua RT setempat dan seluruh KKN Posko 22 STKIP PGRI Sumenep.
Kedatangan Mahasiswa ke kediaman H. Ishaq disambut hangat oleh tuan rumah dan Ketua RT setempat dengan bersalaman diantara mereka diiringi obrolan-obrolan ringan menambah suasana semakin akrab penuh kekeluargaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator Divisi Entrepreneur, Putri Wulandari menuturkan bahwa kunjungannya bersama peserta KKN yang lain kesini merupakan agenda yang terjadwal sebelumnya di Proker Kelompok KKN Posko 22 STKIP PGRI Sumenep.
“Agenda atau atensi utamanya adalah akselarasi tranformasi digital marketing yang menyasar para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan,” katanya pada media ini, Minggu (28/07/2024).

Selain itu kata Putri Wulandari, pihaknya bersama yang lain juga menyasar seluruh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), tidak terkecuali para pelaku usaha yang hanya menjual secara mentah di pasar-pasar tradisional yang ada.
“Dengan adanya transformasi digital kita perkenalkan dan branding usaha yang kita miliki tentunya dengan skala pasar yang lebih luas. Dan Alhamdulillah respon baik datang dari H. Ishaq, selaku pedagang daging ayam,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, H. Ishaq menyampaikan bahwa usaha yang dimilikinya sudah berjalan sejak tahun 1995 dengan skala pemasaran hanya di satu pasar tradisional saja yakni di pasar Waru dengan omset yang tidak menentu setiap harinya.
“Saya bersama keluarga berjualan daging ayam sejak tahun 1995 dengan memasok dari peternak. Untuk permintaan pasar setiap harinya dipasar tidak menentu, kadang 80 ekor bahkan sampai ratusan ekor daging ayam,” jelas H. Ishaq.
Dirinya menambahkan dengan begitu sudah tentu sangat berdampak pada pendapatan (omset) yang dirinya terima setiap hari tidak menentu dari berjualan pagi petang sampai sore petang bersama keluarganya.
“Alhamdulillah dari usaha ini mampu mencukupi kebutuhan keluarga. Tentu motivasi yang bisa berikan kepada adik-adik KKN, tidak ada usaha yang mengkhianati hasil jika kita tekun. Apalagi di era digital ini segala akses sudah ada dalam genggaman kita,” pungkasnya dengan semangat. (REDJAVA****)









