Tretan Klontong Madura Redam Persaingan Tak Sehat Lewat Aturan Jarak Usaha, Pemkab Klaten Beri Dukungan Penuh

Selasa, 4 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Paguyuban Klontong Madura Klaten Andi Priyono Subarno

Ketua Paguyuban Klontong Madura Klaten Andi Priyono Subarno

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Paguyuban Tretan Klontong Madura (TKM) terus memperkuat solidaritas dan ketertiban antar pelaku usaha toko klontong di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah sosialisasi aturan jarak usaha sesuai ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) paguyuban.

Ketua Paguyuban TKM, Andi Priyono Subarno, menjelaskan bahwa kebijakan ini menjadi upaya kolektif untuk menciptakan persaingan usaha yang sehat di lapangan. Ia menegaskan, aturan jarak tersebut telah melalui pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten Klaten dan mendapatkan dukungan penuh.

“Aturan jarak ini sudah kami bahas bersama Pemkab Klaten dan disepakati demi mencegah gesekan antar pelaku usaha. Prinsipnya, kami ingin semua pelaku usaha bisa tumbuh bersama tanpa saling merugikan,” kata Andi Priyono Subarno, Selasa (4/11).

Dalam kesepakatan itu, ditetapkan bahwa usaha di jalur berbeda harus berjarak minimal 750 meter, sementara yang berada di jalur yang sama berjarak minimal 1 kilometer. Pengaturan ini bukan hanya soal jarak, tetapi juga soal keadilan ekonomi antar pelaku usaha.

Andi menilai, langkah tersebut akan menjaga iklim usaha yang kondusif sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di tingkat desa dan kecamatan. Ia optimistis, dengan sistem yang tertata, kontribusi pelaku usaha klontong terhadap ekonomi lokal akan semakin terasa.

“Kami ingin usaha klontong di Klaten menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi rakyat. Kalau semua tertib dan saling menghormati, dampaknya pasti besar bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.

Paguyuban Tretan Klontong Madura selama ini dikenal sebagai wadah para pelaku usaha asal Madura yang telah lama berkiprah di Klaten. Melalui kebijakan dan sosialisasi yang berpihak pada keteraturan, TKM menegaskan komitmennya mendukung visi pemerintah daerah dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkeadilan dan inklusif. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Siswa SMADA Sumenep Tembus Runner Up Nasional Atletik Jalan Cepat
Pengawalan Ketat Satlantas Warnai Keberangkatan Jamaah Haji Asal Sumenep Tahun 2026
Rekayasa Lalu Lintas di Area Masjid Jamik Selama Pemberangkatan Haji
Pelepasan Jamaah Haji Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru
Apel Jam Pimpinan, Plt Disperkimhub Sumenep Ajak ASN Kawal Program BSPS
Kontroversi Askuri Hamsani Cup 2026, Keputusan Empat Tim Jadi Juara Tuai Sorotan
Hadiri Festival Jeren Serek 2026, Danyonif 931/JKT Soroti Pentingnya Pelestarian Budaya Lokal
Jejak Historis Bung Karno di Sumenep Diangkat Kembali oleh Banteng Sakera Nahdliyin

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 14:42 WIB

Siswa SMADA Sumenep Tembus Runner Up Nasional Atletik Jalan Cepat

Senin, 11 Mei 2026 - 12:50 WIB

Pengawalan Ketat Satlantas Warnai Keberangkatan Jamaah Haji Asal Sumenep Tahun 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 12:08 WIB

Rekayasa Lalu Lintas di Area Masjid Jamik Selama Pemberangkatan Haji

Senin, 11 Mei 2026 - 09:24 WIB

Pelepasan Jamaah Haji Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

Senin, 11 Mei 2026 - 08:33 WIB

Apel Jam Pimpinan, Plt Disperkimhub Sumenep Ajak ASN Kawal Program BSPS

Berita Terbaru

Wabup Sumenep KH Imam Hasyim SH MH di Kegiatan Pemberangkatan CJH Sumenep di GOR A Yani Pangligur Sumenep, Senin (11/05/2026) Dini Hari

Budaya

Pelepasan Jamaah Haji Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

Senin, 11 Mei 2026 - 09:24 WIB