Tradisi Ketupat Jadi Penahan Rindu di Kepulauan Sumenep, 83% Belum Kembali ke Daratan

Sabtu, 5 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di Pelabuhan Kalianget Sumenep

Suasana di Pelabuhan Kalianget Sumenep

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ada yang lebih kuat dari rindu kampung halaman: keengganan untuk segera meninggalkannya.

Itulah yang kini tengah terjadi di kepulauan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pasca-Lebaran 2025. Ribuan pemudik belum juga kembali ke daratan.

Bukan karena tak ada kapal, tapi karena hati mereka masih tertambat pada hangatnya keluarga dan tradisi kuno yang tak bisa ditinggal begitu saja: Lebaran Ketupat.

Data resmi dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget mencatat, dari 10.979 orang yang menyeberang ke kepulauan menjelang Hari Raya Idulfitri, baru 1.852 orang yang melakukan perjalanan balik hingga H+3 lebaran.

Artinya, sekitar 83 persen pemudik masih memilih tinggal lebih lama di pulau-pulau tempat mereka lahir dan dibesarkan.

“Fenomena ini rutin terjadi, tapi tahun ini terasa lebih masif. Mayoritas pemudik masih larut dalam tradisi Lebaran Ketupat, yang menjadi simbol syukur dan momentum puncak silaturahmi,” ungkap Kepala KSOP Kalianget, Azwar Anas, Sabtu (5/4/2025).

KSOP merinci, arus mudik dari Kalianget menuju Masalembu tercatat sebanyak 902 orang, namun yang sudah kembali baru 376 orang. Ke arah Kangean, dari 5.438 pemudik, baru 638 yang balik ke daratan.

Baca Juga :  Kapolres Sumenep Pimpin Arahan Strategis via Zoom, Tekankan Sinergi dan Profesionalisme

Ini menunjukkan betapa besarnya daya tarik tradisi yang berakar kuat di budaya masyarakat kepulauan Sumenep.

Tradisi Lebaran Ketupat, yang digelar satu pekan setelah Idulfitri, bukan sekadar ritual makan ketupat.

Ia adalah perayaan emosional: merangkul kerabat jauh, mengobati rindu orang tua, menyatukan kembali keluarga yang tersebar di berbagai kota dan pulau. Banyak pemudik yang sengaja menunda kepulangan demi menikmati suasana penuh kehangatan ini.

Baca Juga :  Sumenep Bersinar di Porprov IX Jatim, Sekda Turun Langsung Dukung Perjuangan Atlet

Melihat pola itu, KSOP Kalianget memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada H+8 Idulfitri.

Untuk itu, antisipasi telah disiapkan: mulai dari optimalisasi kapal penumpang, pengawasan keselamatan pelayaran, hingga kesiagaan petugas di pelabuhan.

“Kami ingin memastikan bahwa meskipun arus balik nanti padat, semua berjalan aman dan lancar. Kami juga mengimbau para pemudik untuk menyesuaikan jadwal keberangkatan agar tidak menumpuk di hari yang sama,” ujarnya.

KSOP mengingatkan bahwa cuaca dan kondisi laut juga menjadi faktor krusial.

“Oleh karena itu, komunikasi dengan syahbandar dan operator kapal terus ditingkatkan guna menjamin keselamatan seluruh penumpang,” pungkas Azwar Anas.

Sementara itu, suasana di pelabuhan masih relatif lengang. Hanya beberapa kapal berlayar dengan kapasitas penumpang jauh di bawah angka mudik.

Baca Juga :  Polres Sumenep Bentuk Mental Baja Bhayangkara Sejati Lewat Hypnotherapy, Tekan Stres dan Perkuat Karakter Polisi

Namun, pelabuhan siap menghadapi ledakan penumpang dalam beberapa hari ke depan.

Di balik angka dan prediksi itu, satu hal menjadi jelas: bagi warga kepulauan Sumenep, pulang kampung bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan perjalanan hati yang tak mudah ditinggalkan. (REDJAVA****)

Berita Terkait

BAZNAS Sumenep Perkuat Kepercayaan Publik Lewat Audit Keuangan Tahun 2025
Hari Kedua Bimtek Investasi DPMPTSP Sumenep, Pelaku Usaha UMK dan Non UMK Dibekali Pengawasan Berbasis Risiko
Tradisi Petik Laut Masalembu Kembali Menggema, Rawatan Samudra Serukan Persatuan dan Pelestarian Laut
Pertemuan Rutin IIKP BKPH Madura Timur Jadi Motor Penguatan Keluarga dan Kinerja Perhutani
Tak Sekadar Konsolidasi, PKB Sumenep Mulai Susun Strategi Besar Menuju Kemenangan Pemilu 2029
Bangun Zona Integritas, Kemenag Sumenep Dorong Pengawas Madrasah Tingkatkan Profesionalisme
Permudah Wajib Pajak, Bapenda Sumenep Percepat Implementasi E-SPPT di Seluruh Kepulauan
Evaluasi Program MBG Sumenep: DPC PWRI Gelar FGD Cari Solusi dan Keberlanjutan Program

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:26 WIB

BAZNAS Sumenep Perkuat Kepercayaan Publik Lewat Audit Keuangan Tahun 2025

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:26 WIB

Hari Kedua Bimtek Investasi DPMPTSP Sumenep, Pelaku Usaha UMK dan Non UMK Dibekali Pengawasan Berbasis Risiko

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:04 WIB

Tradisi Petik Laut Masalembu Kembali Menggema, Rawatan Samudra Serukan Persatuan dan Pelestarian Laut

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:46 WIB

Pertemuan Rutin IIKP BKPH Madura Timur Jadi Motor Penguatan Keluarga dan Kinerja Perhutani

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:02 WIB

Tak Sekadar Konsolidasi, PKB Sumenep Mulai Susun Strategi Besar Menuju Kemenangan Pemilu 2029

Berita Terbaru