JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Nada-nada nostalgia akan kembali menggema di jantung Kabupaten di ujung pulau Madura.
Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) tengah mematangkan persiapan Festival atau Parade Keroncong 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada 8 November 2025 di bundaran tengah Taman Adipura Sumenep.
Jika cuaca bersahabat, panggung megah di ruang terbuka itu akan menjadi saksi pertemuan para maestro keroncong dari berbagai daerah di Jawa Timur mulai dari Surabaya, Sidoarjo, hingga Kabupaten Malang.
Dalam rapat koordinasi yang digelar di aula Disbudporapar pada Kamis (30/10/2025), Kepala Disbudporapar H. Moh. Iksan, S.Pd., M.T. menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga wujud komitmen pemerintah daerah untuk menjaga warisan musik klasik Indonesia.
“Keroncong bukan hanya alunan nada, tapi bagian dari identitas budaya yang harus terus kita rawat dan hidupkan,” kata Iksan kepada media, Kamis (30/20/2025) malam.

Ia menambahkan, Festival Keroncong 2025 telah masuk dalam Calendar of Event Sumenep 2025, yang digagas untuk memperkuat citra Sumenep sebagai kota budaya dan destinasi wisata musik di Madura.
“Kami ingin Sumenep dikenal bukan hanya karena keindahan alam dan sejarahnya, tetapi juga karena kekuatan budayanya. Keroncong adalah jiwa yang memberi warna khas bagi Sumenep,” katanya.
Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan TNI, Polri, Diskominfo, Disnaker, Satpol PP, dan Dishub, guna memastikan setiap aspek dari keamanan, lalu lintas, hingga pencahayaan panggung berjalan tanpa cela.
“Festival ini akan menjadi ruang bagi seniman lintas generasi untuk menyalakan kembali semangat musik keroncong. Kami ingin warga Sumenep dan wisatawan merasakan atmosfer yang hangat, elegan, dan penuh kenangan,” tutup Iksan menutup pembicaraan.
Dengan semangat kolaborasi lintas instansi dan sentuhan artistik khas Sumenep, Festival Keroncong 2025 diharapkan menjadi salah satu pertunjukan musik paling berkesan di Madura tahun depan menghidupkan nostalgia sekaligus menyalakan kembali pesona keroncong di hati masyarakat. (REDJAVA****)












