JAVANETWORK.CO.ID, SUMENEP – Di tengah narasi pembangunan nasional yang sering terfokus pada kawasan perkotaan, sebuah kisah inspiratif hadir dari ujung timur Kabupaten Sumenep. Warga Dusun Aeng Parao, Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, secara mandiri membangun jalan poros kabupaten yang menghubungkan Desa Arjasa dengan Desa Buddi, dengan semangat gotong royong yang mengakar kuat.
Pada Minggu (11/5), sejak pukul 07.00 WIB, ratusan warga berkumpul mengangkat alat, mencampur semen, dan mengecor jalan sepanjang ratusan meter. Semua dilakukan tanpa bantuan dana pemerintah maupun proyek institusi. Pekerjaan besar ini murni hasil swadaya masyarakat, menjadi potret nyata kemandirian desa dalam membangun wilayahnya sendiri.
Turut hadir dan bekerja langsung di lokasi, Kapten Czi Acep Kusnadi, Danramil 0827/18 Kangran, bersama enam anggota Babinsa. Kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan sebatas simbol, tetapi terlibat penuh sebagai bagian dari kekuatan sosial rakyat.

“Ini bukan sekadar pembangunan jalan. Ini adalah jalan pengabdian. Gotong royong adalah warisan luhur bangsa yang harus terus dirawat dan dijaga,” ungkap Kapten Czi Acep Kusnadi melalui pesan singkat kepada redaksi, Minggu malam.
Partisipasi lintas sektor memperkuat kebersamaan dalam kegiatan ini. Unsur Polsek Arjasa, staf Kecamatan Arjasa, perangkat desa, serta warga dari dusun-dusun sekitar seperti Arjasa Laok dan Duko Laok, ikut turun tangan. Mereka hadir membawa alat, semangat, dan harapan yang sama: membangun bersama.
Proses pengecoran berlangsung penuh semangat. Gelak tawa, teriakan penyemangat, dan irama molen beton berpadu menciptakan suasana kerja kolektif yang hangat. Di balik kegiatan fisik ini, tersirat nilai-nilai sosial yang kuat kedekatan antarwarga, hubungan emosional antara rakyat dan aparat, serta kebanggaan membangun desa dari bawah.

“Dengan gotong royong, semua terasa ringan. Ini juga menjadi cara memperkuat kehadiran negara dalam kehidupan masyarakat,” tambah Kapten Acep.
Hasilnya bukan hanya jalan baru, tetapi juga rasa percaya diri dan semangat persatuan yang tumbuh di tengah warga. Di tempat yang jauh dari hiruk-pikuk kota, rakyat menunjukkan bahwa perubahan bisa mereka wujudkan sendiri dengan kekuatan kolektif dan solidaritas yang tulus.
“Selama rakyat membutuhkan, kami TNI akan selalu hadir. Karena membela dan melayani rakyat adalah kehormatan tertinggi bagi seorang prajurit,” tutup Kapten Czi Acep Kusnadi. (RED/JAVA)












