JAVANETWORK.CO.ID SUMENEP – Meski kegiatan telah berlangsung sejak 23 hingga 25 Juni 2025, semangat warga binaan (WB) Rutan Kelas IIB Sumenep dalam mengikuti Perkemahan Satya Darma Bhakti Pemasyarakatan masih terasa hingga hari ini.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Rutan Sumenep, Heri Sutriadi, saat memberikan keterangan kepada media pada Selasa (25/6/2025).
Menurut Heri, kegiatan pembukaan perkemahan yang digelar secara nasional oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan itu diikuti secara virtual dari aula Rutan Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Antusiasme warga binaan sangat luar biasa. Mereka menyimak dengan penuh semangat, bahkan masih membicarakan pengalaman itu sampai sekarang,” ujarnya.
Perkemahan yang dipusatkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong itu merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian berbasis kepramukaan.
Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat kemandirian kepada para warga binaan (WB) di seluruh Indonesia.
Dalam sambutan pembukaan yang disampaikan secara daring, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menekankan pentingnya pembentukan karakter melalui kegiatan pramuka.
“Melalui kegiatan pramuka ini, kita harapkan dapat tumbuh dan berkembang generasi muda bangsa yang menjunjung tinggi nilai kedisiplinan dan kemandirian,” ujar Agus dalam amanatnya.
Kepala Rutan Sumenep menambahkan bahwa pihaknya sangat mendukung pelaksanaan kegiatan kepramukaan di lingkungan pemasyarakatan karena sejalan dengan tujuan pembinaan yang holistik.
Dirinya meyakini, kegiatan seperti ini mampu menumbuhkan rasa percaya diri warga binaan, memperkuat semangat kebangsaan, serta menjadi bekal moral dan mental yang berguna setelah mereka kembali ke masyarakat.
“Kami berupaya menciptakan suasana pembinaan yang positif dan manusiawi di dalam rutan. Dengan mengikuti kegiatan pramuka ini, warga binaan tidak hanya terlibat dalam aktivitas yang bermanfaat, tetapi juga diarahkan untuk memahami nilai-nilai kebangsaan, solidaritas, serta etika sosial. Ini bagian dari proses panjang untuk membentuk pribadi yang lebih kuat, bertanggung jawab, dan siap menjalani kehidupan baru setelah menjalani masa hukuman,” jelas Heri.
Ia juga berharap partisipasi dalam kegiatan ini dapat menjadi momentum pembaruan diri bagi seluruh peserta.
“Kami ingin kegiatan ini bukan hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar menjadi ruang pembelajaran dan refleksi. Harapan kami, warga binaan bisa mengambil makna dari setiap rangkaian kegiatan yang mereka ikuti,” pungkas Heri Sutriadi. (REDJAVA****)







