RTH Sumenep Baru 11 Persen, Jauh dari Target Nasional, Perlu Langkah Konkret dan Sinergi Semua Pihak

- Redaksi

Kamis, 30 Januari 2025 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup DLH Sumenep RB. Hasanuddin

Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup DLH Sumenep RB. Hasanuddin

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Sumenep masih jauh dari ideal. Berdasarkan data terbaru, luas RTH dan tutupan vegetasi di wilayah tersebut baru mencapai 11 persen dari total 295 kilometer persegi.

Padahal, target nasional yang ditetapkan pemerintah adalah 30 persen. Minimnya RTH ini menjadi tantangan besar bagi Sumenep, terutama dalam menjaga keseimbangan lingkungan di tengah perkembangan daerah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup melalui Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, Hasinuddin Firdaus, menyatakan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan luas RTH dengan berbagai program penghijauan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setiap tahun, data RTH diperbarui dan divalidasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Prosesnya dilakukan dengan teknik pemetaan terbaru, termasuk pengamatan satelit untuk memastikan keakuratan data,” kata Hasan, Kamis (30/01/2025).

Namun, upaya itu tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Pasalnya, sebagian besar lahan di Sumenep merupakan milik masyarakat. Inilah yang membuat peningkatan RTH menjadi tantangan tersendiri.

Baca Juga :  Officium Nobile Bukan Sekadar Slogan, Sulaisi dan Supyadi Harus Dewasa

Menurut Hasinuddin, kolaborasi antara pemerintah, stakeholder, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat penambahan RTH. Salah satu strategi yang dilakukan DLH adalah mendorong masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam penanaman pohon di lahan-lahan yang masih memungkinkan untuk penghijauan.

“Kami selalu berupaya menambah RTH melalui berbagai program penanaman pohon. Tetapi, karena sebagian besar lahan ada di tangan masyarakat, kesadaran dan kontribusi mereka sangat menentukan keberhasilan program ini,” tambahnya.

Beberapa program penghijauan yang telah dilakukan di Sumenep antara lain penanaman pohon di kawasan perkotaan, jalur hijau, serta lahan-lahan yang dianggap strategis untuk penghijauan. Selain itu, pemerintah juga menggandeng sekolah-sekolah untuk mengedukasi pelajar tentang pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.

Baca Juga :  PLN ULP Sumenep Sosialisasikan Pasang Baru Kolektif dan Keselamatan Ketenagalistrikan di Desa Jennangger

Minimnya Ruang Terbuka Hijau tentu berdampak negatif pada lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. Kota-kota dengan RTH yang terbatas cenderung mengalami peningkatan suhu udara yang lebih drastis akibat efek urban heat island (pulau panas perkotaan).

“Selain itu, keberadaan pepohonan juga berperan penting dalam menyerap polusi udara dan menghasilkan oksigen. Jika cakupan RTH di Sumenep tidak segera diperluas, dampaknya bisa berupa penurunan kualitas udara yang berpengaruh pada kesehatan masyarakat,” ungkapnya

Beberapa kota besar di Indonesia telah membuktikan bahwa peningkatan RTH dapat memperbaiki kondisi lingkungan secara signifikan. Oleh karena itu, Sumenep perlu mengambil langkah lebih agresif agar tidak semakin tertinggal dalam memenuhi target nasional.

Baca Juga :  Dihari-hari Terakhir Bulan Suci Ramadhan, Kapolres Sumenep Bukber Tahanan dan Berbagi Bingkisan Kepada Keluarganya

Pemerintah daerah telah menyiapkan beberapa strategi untuk meningkatkan RTH dalam beberapa tahun ke depan. Selain program penghijauan, ada juga upaya untuk mengintegrasikan konsep ruang terbuka hijau dalam perencanaan tata kota.

Namun, tanpa dukungan masyarakat dan dunia usaha, target 30 persen RTH masih sulit tercapai. Oleh karena itu, Hasinuddin mengajak semua pihak untuk ikut serta dalam gerakan penghijauan di Sumenep.

“Menanam satu pohon hari ini mungkin tampak kecil, tetapi dampaknya bagi lingkungan sangat besar di masa depan. Jika kita ingin Sumenep tetap hijau dan sehat, ini adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Membanggakan! Siswi SDN Gapura Barat I Sumenep Tembus Juara III OPEC Se-Madura 2026
AMPD Desak Kemenag Buka Suara Soal Isu Pengisian Jabatan Strategis, Nilai Transparansi Jadi Penentu Kepercayaan Publik
Pelantikan PC IPNU-IPPNU Sumenep 2026-2028, KH Widadi Rahim: Regenerasi NU Lahirkan Pemimpin Masa Depan
dr. Laos Soroti Stigma ODGJ di Sumenep, Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan
Debut Manis Atlet Baru, Kontingen Angkat Berat Sumenep Borong Dua Medali Perunggu di Kejurprov PABERSI Jatim 2026
Pelantikan KJS 2026–2029 dan Launching MEC 2026, Bupati Fauzi Ajak Insan Pers Perkuat Pembangunan Sumenep
Pengurus Ambalan Jokotole–Dewi Ratnadi MAN Sumenep Resmi Dilantik, Siapkan Generasi Pemimpin Berkarakter
Kapolresta Sumenep Terima Keris Pusaka dari Helmi Art Museum, Budayawan Perkuat Sinergi Lestarikan Warisan Budaya Madura

BERITA TERKAIT

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Membanggakan! Siswi SDN Gapura Barat I Sumenep Tembus Juara III OPEC Se-Madura 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:14 WIB

AMPD Desak Kemenag Buka Suara Soal Isu Pengisian Jabatan Strategis, Nilai Transparansi Jadi Penentu Kepercayaan Publik

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Pelantikan PC IPNU-IPPNU Sumenep 2026-2028, KH Widadi Rahim: Regenerasi NU Lahirkan Pemimpin Masa Depan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:29 WIB

dr. Laos Soroti Stigma ODGJ di Sumenep, Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Debut Manis Atlet Baru, Kontingen Angkat Berat Sumenep Borong Dua Medali Perunggu di Kejurprov PABERSI Jatim 2026

BERITA TERBARU