JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana religius dan penuh kehangatan umat Islam menyelimuti halaman depan Masjid Jami’ Sumenep pada Jumat malam (04/07/2025).
Ribuan jamaah dari berbagai penjuru Madura berkumpul dalam majelis Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Majelis Rasulullah SAW Madura dalam rangka memperingati 10 Muharram 1447 Hijriah.
Lantunan salawat, zikir, dan tausiyah menggema mengiringi malam yang penuh makna tersebut. Para jamaah terlihat hadir sejak sore hari, duduk berderet rapi di area yang telah disiapkan panitia.
Semangat untuk menyambut malam Asyura tidak hanya tampak dari jumlah yang membludak, tetapi juga dari kekhusyukan wajah-wajah yang menyimak setiap nasihat dan doa yang disampaikan.
Ketua Takmir Masjid Jami’ Sumenep, Abah Husen S, mengaku sangat terharu dan bersyukur atas antusiasme umat yang begitu tinggi.
Ia menyebut, Tabligh Akbar ini tidak hanya menjadi ajang syiar keagamaan, tetapi juga wujud nyata kecintaan masyarakat Madura terhadap nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
“Alhamdulillah, kegiatan ini benar-benar di luar ekspektasi. Ribuan jamaah datang dengan ketertiban dan semangat ukhuwah yang luar biasa. Mereka datang bukan hanya dari kota, tetapi dari pelosok desa di berbagai kabupaten di Madura. Ini pertanda bahwa umat merindukan dakwah yang menyejukkan dan mempersatukan,” ungkap Husein saat ditemui di sela-sela acara.
Ia menjelaskan, Tabligh Akbar ini juga merupakan momentum untuk merenungi makna hijrah secara spiritual, memperbarui niat dalam beribadah, serta meneguhkan komitmen untuk saling peduli dan mempererat silaturahmi di tengah masyarakat.
“10 Muharram bukan hanya hari bersejarah bagi umat Islam, tetapi juga pengingat untuk introspeksi dan memperbaiki kualitas ibadah serta akhlak kita. Oleh karena itu, majelis seperti ini sangat penting untuk menjaga semangat itu tetap hidup dalam kehidupan umat,” tambahnya.
Pihaknya pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut membantu kelancaran acara, mulai dari panitia, relawan, aparat keamanan, hingga masyarakat sekitar Masjid Jami’ yang mendukung penuh pelaksanaan kegiatan.
“Kerja sama semua pihak patut diapresiasi. Panitia bekerja dengan penuh dedikasi, dan masyarakat sangat kooperatif. Semua ini membuat acara berjalan tertib dan lancar tanpa kendala berarti,” ujarnya.
Husein menambahkan, Masjid Jami’ Sumenep sebagai salah satu ikon spiritual di Madura akan terus membuka ruang untuk kegiatan-kegiatan keagamaan yang inklusif, terbuka bagi semua kalangan, dan menumbuhkan semangat cinta kepada Rasulullah SAW.
“Insya Allah, ini bukan yang terakhir. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan majelis-majelis ilmu dan dzikir seperti ini demi kebaikan umat secara luas,” pungkasnya. (REDJAVA****)












