JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah gempuran hiburan digital dan budaya populer yang kian mendominasi, Mahkota SJ hadir sebagai lentera tradisi yang tak padam di bumi Madura.
Berdiri sejak 28 Juni 2022 di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, kelompok kesenian ini meneguhkan dirinya sebagai garda terdepan pelestari Tong Tong Serek musik tradisional khas Madura yang penuh energi dan semangat kebersamaan.
Di bawah komando H. Zainullah, Mahkota SJ tampil bukan sekadar memainkan alat musik, melainkan menghidupkan kembali warisan leluhur dalam setiap dentuman ritmisnya.
Lewat perpaduan bedug, kentongan, dan irama khas Madura, Mahkota SJ menyentuh rasa dan menggugah jiwa, menjadi simbol kebangkitan budaya lokal di tengah zaman yang terus berubah.
“Kami hadir bukan sekadar tampil, tapi membawa semangat menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dicintai generasi muda,” ujar H. Zainullah, pimpinan Mahkota SJ, Minggu (15/06/2025).
Keberadaan Mahkota SJ juga telah diakui secara resmi oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sumenep, dengan Nomor Induk Kesenian 62/GroupTT.VI/2023.
Legalitas ini memperkuat tekad grup untuk terus berkarya dan menjunjung tinggi identitas budaya daerah.
Kini, Mahkota SJ menjadi kelompok kesenian yang tak hanya tampil di berbagai acara besar seperti Haflatul Imtihan, pernikahan, hingga perayaan adat, tetapi juga menjadi ikon kesenian yang dicari, dikagumi, dan dibanggakan masyarakat.
Tak peduli seberapa banyak grup Tong Tong Serek bermunculan, Mahkota SJ tetap menempati tempat istimewa di hati para penikmat seni tradisional.
Dengan dedikasi yang tak pernah luntur dan komitmen menjaga mutu pertunjukan, Mahkota SJ menjelma menjadi lebih dari sekadar grup musik mereka adalah penjaga nyala budaya yang terus menyala terang dari ujung timur Pulau Madura.
Bagi masyarakat yang ingin mengundang Mahkota SJ atau mendapatkan informasi lebih lanjut, dapat langsung menghubungi H. Zainullah di nomor +62 823-3377-3020.
“InsyaAllah kami akan terus konsisten menjaga nilai-nilai budaya ini agar tidak tergerus zaman dan tetap membanggakan masyarakat Madura di manapun berada,” pungkasnya. (REDJAVA****)












