JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana meriah mewarnai aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep saat puluhan anak mengikuti lomba mewarnai, Rabu (24/09)2025).
Sejak pagi, mereka hadir bersama orang tua dan guru pendamping, siap menyalurkan imajinasi lewat goresan krayon.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dispusip Sumenep, Rudi Yuyianto, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, Rudi menegaskan bahwa lomba ini tidak hanya soal bermain warna, tetapi juga upaya mengasah karakter anak sejak dini.

“Lewat kegiatan sederhana seperti ini, anak-anak belajar fokus, mengenal warna, dan berani mengekspresikan diri. Kreativitas mereka adalah bekal penting untuk masa depan,” ujarnya.
Sebelum lomba dimulai, dewan juri yang terdiri dari Haris Sudarsono, S.Pd., Moh. Farid Wajdi, dan Isnawati memberikan pengarahan. Mereka mendorong anak-anak untuk berkarya tanpa terbebani hasil akhir.
“Dalam seni tidak ada yang salah. Setiap goresan warna punya makna. Yang penting, anak-anak percaya diri dan menikmati proses,” kata Haris menyemangati peserta.
Saat lomba berlangsung, suasana aula berubah hening. Anak-anak tampak serius memilih warna, ada yang berani menorehkan warna cerah, ada pula yang hati-hati dengan nuansa lembut. Sesekali, senyum bangga terlihat dari wajah orang tua yang mendampingi.
Usai lomba, juri menilai karya dengan teliti. Persaingan cukup ketat karena hampir semua hasil mewarnai punya ciri khas.
Setelah perdebatan, pemenang akhirnya diumumkan. Sorak gembira pun pecah, sementara peserta lain tetap mendapat apresiasi berupa bingkisan.

Kegiatan ditutup oleh Plt. Kepala Bidang Pengawasan, Pengembangan, dan Layanan Kearsipan Dispusip Sumenep, Agus Utomo, S.Sos., M.Si.
Ia berharap lomba mewarnai menjadi agenda rutin yang bisa menumbuhkan literasi sekaligus kreativitas anak.
“Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, tapi juga ruang kreativitas. Melalui lomba ini, kami ingin anak-anak semakin mencintai seni dan literasi sejak usia dini,” ujarnya.
Acara berakhir dengan wajah-wajah ceria. Bagi anak-anak, piala mungkin hadiah berharga, tetapi pengalaman berani berkarya adalah pelajaran yang tak kalah penting untuk dibawa pulang. (REDJAVA****)













