JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menyalakan semangat baru di bidang komunikasi publik. Bertempat di Gedung Workshop MAN Sumenep, jajaran kehumasan Kemenag menggelar Pertemuan Stakeholder Kehumasan, Kamis (31/10/2025), menghadirkan Tim Humas Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur sebagai narasumber utama.
Langkah ini bukan sekadar agenda koordinasi, melainkan strategi besar untuk meneguhkan peran humas sebagai garda depan citra kelembagaan.
Peserta kegiatan terdiri atas kontributor berita dari setiap seksi, madrasah negeri, serta Kantor Urusan Agama (KUA) se-daratan Sumenep, yang selama ini menjadi tulang punggung publikasi di lini terdepan.
Dalam sambutan pembuka, Kepala Subbag TU Kemenag Sumenep, Muh. Rifa’i Hasyim, mewakili Kepala Kantor, menegaskan pentingnya memperkuat jejaring komunikasi internal dan eksternal.
“Humas bukan sekadar menulis berita, melainkan menghidupkan narasi kelembagaan. Melalui publikasi yang bernas dan berimbang, kita membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat citra positif Kemenag,” ujar Rifa’i di hadapan peserta.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh kontributor humas yang dengan dedikasi tinggi terus mendiseminasikan berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.
“Kerja humas adalah kerja pengabdian. Ia hadir bukan hanya untuk memberitakan, tetapi juga untuk menginspirasi,” tegasnya.
Sorotan utama datang dari Evi Laili Azkiyah, perwakilan Tim Humas Kanwil Kemenag Jawa Timur, yang menyampaikan paparan dengan gaya inspiratif. Ia menegaskan bahwa kekuatan lembaga di era digital terletak pada kemampuan humas dalam mengelola persepsi publik.
“Kehumasan adalah seni membangun kepercayaan. Di tangan humas, sebuah lembaga bisa tampak hidup, responsif, dan dipercaya publik. Karena itu, kecepatan, ketepatan, dan keseimbangan informasi menjadi kunci utama,” tuturnya.
Evi juga mengajak para kontributor untuk tidak hanya menjadi penulis berita, tetapi juga kurator informasi yang beretika dan penyampai nilai kelembagaan yang meneduhkan.
“Tugas humas hari ini bukan sekadar melaporkan kegiatan, tetapi membingkai makna di baliknya,” tambahnya.
Pertemuan ini tidak hanya mempererat koordinasi antarunit, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang bagaimana Kemenag Sumenep bisa tampil sebagai lembaga publik yang komunikatif, terbuka, dan inspiratif.
Diskusi berlangsung dinamis, membahas teknik penulisan feature lembaga, penguatan narasi visual, hingga strategi pengelolaan konten di media sosial yang efektif. Semua diarahkan untuk memperkuat branding kelembagaan di tengah derasnya arus informasi digital.
Di ujung kegiatan, semangat para peserta terpancar kuat: humas bukan sekadar profesi tambahan, tetapi misi pelayanan publik melalui komunikasi yang mencerahkan.
Pertemuan ini menegaskan satu hal: bahwa wajah Kemenag dibangun dari kerja-kerja sunyi para insan humas di daerah. Dari tangan mereka, cerita tentang nilai, moderasi beragama, dan keberagaman diolah menjadi pesan yang menumbuhkan kepercayaan masyarakat.
Kemenag Sumenep menatap masa depan dengan optimisme baru membangun komunikasi publik yang cerdas, menyatukan gerak kehumasan dari tingkat kecamatan hingga pusat, demi menghadirkan pelayanan yang informatif, transparan, dan berintegritas. (REDJAVA****)












