JAVANETWORK.CO.ID.JEMBER — Komitmen menjaga laut dan memperjuangkan kesejahteraan nelayan kembali digaungkan dari pesisir selatan Jawa Timur.
Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) resmi melantik pengurus Pimpinan Cabang (PC) Masalembu untuk masa khidmat 2025–2030, dalam seremoni yang digelar Selasa, 27 Mei 2025, di SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Kabupaten Jember.
Pelantikan ini merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi besar-besaran yang digelar PW SNNU Jawa Timur bertema “Kontribusi SNNU bagi Ketahanan Pangan Nasional”.
Acara dihadiri seluruh perwakilan cabang se-Jawa Timur serta sejumlah tokoh penting NU dan pejabat kementerian.
Jailani, aktivis vokal sekaligus Wakil Ketua Persatuan Nelayan Masalembu, resmi dikukuhkan sebagai Ketua PC SNNU Masalembu.
Dalam sambutannya, Jailani menegaskan bahwa nelayan bukan sekadar penyedia hasil laut, melainkan penjaga ekosistem sekaligus ujung tombak ketahanan pangan bangsa.
“Nelayan tidak boleh lagi dipandang sebelah mata. Nenek moyang kita pelaut. Menjaga laut berarti menjaga masa depan. Pemerintah harus menempatkan nelayan sebagai prioritas dalam kebijakan pangan dan kelautan,” kata Jailani dengan nada lantang, disambut tepuk tangan hadirin.
Jailani mengungkapkan rencana strategis SNNU Masalembu untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan provinsi.
“Ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola sektor perikanan yang dinilainya masih belum berpihak pada kepentingan nelayan kecil,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jailani menegaskan bahwa SNNU Masalembu akan menjadi garda terdepan dalam advokasi hak-hak nelayan, pelestarian ekosistem laut, serta penguatan ekonomi pesisir.
“Kami tidak akan diam. Bersama SNNU, kami akan terus memperjuangkan keadilan bagi nelayan dan memastikan laut tetap menjadi sumber kehidupan, bukan hanya bagi kami, tetapi juga generasi mendatang,” pungkasnya.
Seremoni pelantikan ini turut dihadiri KH. Sadid Jauhari dari Pengurus Besar NU, Gus Firjoun, KH. Khoiruzzad Maddah, serta pejabat dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Kehadiran berbagai badan otonom NU dan tokoh-tokoh pesantren memperkuat narasi bahwa perjuangan nelayan adalah bagian tak terpisahkan dari perjuangan umat. (REDJAVA****)












