JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep mendukung penuh upaya Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dalam mengembangkan dakwah berbasis digital.
Dukungan ini disampaikan dalam pelatihan dakwah digital yang digelar Fatayat NU Sumenep pada Sabtu (15/2) di kantor DKPP Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menilai adaptasi dakwah dengan kemajuan teknologi merupakan langkah strategis untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.
“Sudah seharusnya kita memanfaatkan teknologi sebagai lompatan dakwah. Saya salut dengan langkah Fatayat NU Sumenep yang berani mengambil peran ini,” ujarnya.
Chainur, yang akrab disapa Inung, juga menekankan pentingnya kreativitas dalam menyampaikan dakwah di media sosial agar tetap relevan di tengah pesatnya perkembangan digital.
“Fatayat harus lebih jeli dalam memanfaatkan media sosial agar dakwahnya tetap dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai pemangku kebijakan di sektor pangan dan pertanian, ia juga berharap kader Fatayat NU yang bergerak di bidang pertanian dapat mengintegrasikan teknologi dalam usaha pertanian mereka.
“Saya berharap Fatayat yang bertani bisa menghubungkan kecanggihan teknologi dengan hasil pertaniannya agar lebih produktif,” tambahnya.
Sementara Ketua Fatayat NU Sumenep, Ny. Dina Kamilia, menegaskan bahwa media sosial bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga bisa menjadi ruang dakwah yang efektif.
“Kami ingin dakwah melalui media sosial tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga bisa dirasakan manfaatnya dalam berbagai aspek kehidupan,” katanya, kepada media ini, Minggu (16/2/25).
Ia berharap pelatihan ini dapat melahirkan para pendakwah muda Fatayat NU yang mampu berdakwah secara relevan dengan perkembangan zaman.
“Dulu, dakwah di media sosial sering dianggap sebagai riya’. Tapi sekarang, justru ini menjadi tuntutan zaman yang harus kita manfaatkan dengan baik,” pungkasnya. (REDJAVA****)












