JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep terus memperkuat komitmennya dalam membina kemandirian warga binaan, khususnya melalui program pertanian produktif. Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto, sekaligus mendukung akselerasi kinerja Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
Pada awal Oktober ini, Rutan Sumenep melaksanakan panen kangkung di lahan seluas 325 meter persegi yang sebelumnya dimanfaatkan untuk kegiatan bercocok tanam oleh warga binaan. Hasil panen itu langsung disalurkan ke dapur Rutan, sebagai bagian dari langkah menuju swasembada pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Heri Sutriadi, menjelaskan bahwa kegiatan pertanian ini merupakan bentuk pembinaan kemandirian yang dirancang agar warga binaan memiliki bekal keterampilan hidup saat kembali ke masyarakat.
“Seluruh proses pengelolaan dilakukan oleh warga binaan sendiri, mulai dari pembibitan, penyiraman, hingga panen. Kami ingin agar mereka tidak hanya dibina secara mental dan spiritual, tetapi juga diberdayakan secara ekonomi,” kata Heri Sutriadi kepada media ini, Senin (7/10).
Menurutnya, Rutan Sumenep terus berupaya mengoptimalkan setiap jengkal lahan agar memiliki nilai produktif. Dengan cara itu, warga binaan tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami nilai kerja keras, kemandirian, dan tanggung jawab.

“Kami menjadikan lahan ini sebagai ruang pembelajaran bersama. Dari sini, para warga binaan belajar bahwa kerja keras akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, baik bagi diri mereka sendiri maupun bagi lingkungan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Heri menegaskan bahwa program pertanian tersebut tidak berhenti pada panen kangkung saja. Rutan Sumenep juga tengah mengembangkan pola tanam bergilir untuk komoditas lain yang bernilai gizi dan ekonomis.
“Kami berencana memperluas jenis tanaman, seperti bayam dan cabai, agar kegiatan ini berkelanjutan dan berdampak lebih luas. Prinsipnya, pembinaan harus berjalan seiring dengan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil panen yang diolah untuk kebutuhan dapur Rutan membuktikan bahwa lembaga pemasyarakatan mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa dari balik tembok ini pun, warga binaan bisa produktif, bisa berkontribusi, dan bisa menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan nasional,” tutup Heri Sutriadi.
Dengan semangat pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan pemberdayaan, Rutan Kelas IIB Sumenep berharap program pertanian ini menjadi contoh baik bagi lembaga pemasyarakatan lainnya di Indonesia. (REDJAVA****)












