JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Cuaca di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep diprediksi tidak stabil sepanjang hari ini, Senin (3/11/2025). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Trunojoyo Sumenep melaporkan, sebagian besar pulau di perairan Sumenep akan mengalami cuaca berawan hingga hujan ringan dengan kelembapan udara tinggi yang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama nelayan dan pelaku transportasi laut.
Berdasarkan data BMKG, cuaca di Kepulauan Ra’as cenderung berawan dengan suhu 27–28°C dan kelembapan 76–85 persen. Sementara di Masalembu, Arjasa, Sapeken, dan Kangayan, hujan ringan diperkirakan turun disertai suhu 26–29°C dan kelembapan mencapai 75–88 persen.
Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, menegaskan bahwa kondisi ini merupakan pola umum peralihan menuju puncak musim hujan di wilayah pesisir utara Jawa Timur dan Madura bagian timur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mencatat adanya peningkatan kelembapan udara yang cukup signifikan di sekitar perairan Sumenep. Kondisi ini memicu terbentuknya awan hujan lokal, terutama di wilayah kepulauan yang dikelilingi laut hangat,” kata Ari Widjajanto kepada media ini, Senin (03/11/2025).
Ia menambahkan, dinamika atmosfer di wilayah Madura timur menunjukkan adanya perubahan arah angin yang cepat dan tidak menentu, sehingga perlu diantisipasi secara serius oleh masyarakat kepulauan.
“Kecepatan angin laut dapat meningkat mendadak, terutama pada sore hingga malam hari. Kami mengimbau para nelayan agar selalu memantau prakiraan cuaca sebelum berlayar dan tidak memaksakan diri jika kondisi tidak memungkinkan,” ujarnya menekankan.
Menurutnya, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang kemungkinan juga dapat terjadi di wilayah-wilayah tertentu yang memiliki topografi tinggi dan lembap, seperti Arjasa dan Kangayan.
“Fenomena cuaca hari ini tergolong masih aman, tetapi tetap harus diwaspadai. Hujan ringan bukan berarti tanpa risiko bisa menjadi tanda awal perubahan cuaca yang lebih signifikan,” sambung Ari Widjajanto.
Lebih lanjut, Ari juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam membangun budaya sadar cuaca di wilayah kepulauan. Ia berharap warga Sumenep tidak hanya mengandalkan insting alam, tetapi juga rutin memperbarui informasi dari sumber resmi.
“Kami mengajak masyarakat untuk membiasakan diri memantau informasi dari situs dan aplikasi resmi BMKG. Dengan begitu, masyarakat bisa merencanakan aktivitas harian secara lebih aman dan efisien,” pungkasnya.
BMKG mengimbau seluruh lapisan masyarakat, pemerintah desa, dan aparat pelabuhan agar memperkuat koordinasi untuk menjaga keselamatan aktivitas pelayaran, perikanan, dan transportasi logistik antar-pulau di tengah cuaca yang fluktuatif. (REDJAVA****)









