JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pendidikan di Kabupaten Sumenep terus diperkuat. Dewan Pendidikan Kabupaten (DPK) Sumenep berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep menggelar Pelatihan Menulis Karya Ilmiah bagi Guru SD dan SMP, yang akan berlangsung pada 2 -5 Juni 2026 di Gedung Ki Hajar Dewantara Sumenep.
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk mendorong para guru tidak hanya berperan sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga mampu menjadi penulis, peneliti, dan penggerak inovasi pendidikan yang menghasilkan karya ilmiah berkualitas.
Pelatihan ini mengangkat tema-tema aktual dan relevan dengan perkembangan dunia pendidikan, yakni Pendidikan Digital, Pendidikan Bahasa Madura, dan Pendidikan Ramah Anak. Ketiga tema tersebut dinilai memiliki peran penting dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif, berkarakter, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep, Mulyadi, mengatakan bahwa kemampuan menulis karya ilmiah merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki guru di era transformasi pendidikan saat ini.
“Guru tidak cukup hanya mengajar di dalam kelas. Guru harus mampu mendokumentasikan pengalaman, gagasan, inovasi, dan hasil pembelajaran dalam bentuk karya ilmiah yang dapat menjadi referensi bagi dunia pendidikan. Karena itu, pelatihan ini kami hadirkan sebagai ruang penguatan kapasitas guru di Kabupaten Sumenep,” kata Mulyadi, Minggu (31/05/2026).
Menurutnya, budaya menulis di kalangan pendidik perlu terus dibangun agar lahir berbagai gagasan dan inovasi pendidikan yang dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pembelajaran.

“Kami ingin menumbuhkan budaya literasi akademik di lingkungan sekolah. Ketika guru aktif menulis dan melakukan kajian ilmiah, maka kualitas pembelajaran akan semakin meningkat karena setiap kebijakan dan metode pembelajaran didasarkan pada pengalaman dan penelitian yang terukur,” tambahnya.
Mulyadi menjelaskan, pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Dewan Pendidikan Sumenep dalam mendukung program peningkatan kompetensi guru yang sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional maupun kebutuhan daerah.
Selain memperkuat kompetensi menulis, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan karya-karya ilmiah yang mengangkat potensi lokal Sumenep, termasuk pengembangan Bahasa Madura sebagai identitas budaya yang perlu terus dilestarikan melalui dunia pendidikan.
“Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para guru mampu menghasilkan artikel ilmiah yang berkualitas, mampu dipublikasikan, dan menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan di Sumenep. Guru harus menjadi agen perubahan yang terus belajar, berkarya, dan menginspirasi,” harap Mulyadi.
Pelatihan Menulis Karya Ilmiah ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pendidikan. Kehadiran kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem literasi akademik di lingkungan sekolah dasar dan menengah pertama.
Dengan melibatkan guru-guru dari berbagai wilayah, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah berbagi pengalaman, memperluas wawasan, serta memperkuat jejaring profesional antarpendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Melalui kolaborasi antara Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, lahir optimisme baru bahwa budaya menulis dan penelitian di kalangan guru akan semakin berkembang, sehingga mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan di Kabupaten Sumenep. (REDJAVA****)












