JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Persiapan Festival Kucing Busok Raas yang akan berlangsung pada Desember 2025 semakin dimatangkan.
Rapat koordinasi digelar di Aula Kantor Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudparpora) Sumenep, Selasa (18/11/2025), dipimpin Kabid Pariwisata Andri Zulkarnain, S.T., M.AP., mewakili Kadisbudparpora Sumenep.
Dalam forum tersebut, Andri menyampaikan bahwa festival tahun ini dirancang lebih besar dan terstruktur, termasuk tiga agenda inti: sosialisasi Kucing Busok Raas dengan narasumber dari DKPP dan Disbudparpora, pemeriksaan kesehatan kucing secara gratis, serta kontes Kucing Busok sebagai puncak acara.
“Kami ingin festival ini semakin bertaraf profesional dan memberikan edukasi jelas kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga dan melestarikan Kucing Busok sebagai ikon Raas,” kata Andri Zulkarnain, S.T., M.AP.
Andri juga menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan acara tersebut.
Menurutnya, berbagai instansi telah menunjukkan dukungan penuh untuk menyukseskan festival.
“Setiap dinas dan pihak terkait sudah siap bergerak bersama. Mulai dari edukasi, kesehatan hewan, hingga kesiapan venue semuanya kami bahas secara detail dalam rapat ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Disbudparpora berkomitmen menjadikan Festival Kucing Busok sebagai agenda tahunan yang mampu menarik kunjungan wisatawan, bukan hanya dari kepulauan Raas tetapi juga dari luar daerah.
“Kucing Busok ini punya nilai budaya yang unik. Kami ingin menjadikannya magnet wisata baru, sehingga Sumenep semakin dikenal sebagai daerah dengan kekayaan khas yang tidak dimiliki wilayah lain,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Kecamatan Raas melalui Sekcam Raas, Bambang Risdiyanto, S.H., M.A.P., menegaskan kesiapan penuh wilayahnya untuk menjadi tuan rumah.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan berbagai unsur masyarakat dan pemilik Kucing Busok.
“Kami sudah memastikan kesiapan lokasi dan dukungan masyarakat. Festival ini selalu ditunggu warga Raas karena membawa kebanggaan tersendiri,” ujar Bambang.
Bambang menuturkan bahwa event ini tidak hanya bernilai hiburan, namun juga momentum untuk mengangkat identitas Raas ke tingkat yang lebih luas.
“Kami berharap festival ini berdampak positif bagi Raas, baik dari sisi ekonomi, wisata, maupun pelestarian hewan khas daerah kami,” katanya.
Dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa Kucing Busok sebenarnya telah diviralkan melalui kaos dan batik sejak Oktober 2023, sebagai upaya mengenalkan identitas Raas kepada masyarakat yang lebih luas.
Hal ini semakin memperkuat pentingnya festival sebagai wadah promosi budaya.
Dengan pembahasan yang komprehensif, seluruh pihak optimistis Festival Kucing Busok tahun ini akan berlangsung lebih meriah, tertata, dan mampu menarik perhatian publik lebih besar.
Pemerintah daerah pun berkomitmen menjadikan acara ini sebagai ikon unggulan wisata kepulauan Sumenep. (REDJAVA***)












