UNIJA Dorong Industri Kreatif Ramah Lingkungan melalui Inovasi Smart Drying Batik Tulis Madura

- Redaksi

Jumat, 29 Agustus 2025 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UNIJA Dorong Industri Kreatif Ramah Lingkungan melalui Inovasi Smart Drying Batik Tulis Madura

UNIJA Dorong Industri Kreatif Ramah Lingkungan melalui Inovasi Smart Drying Batik Tulis Madura

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah tantangan era modern, batik tulis Madura terus menunjukkan eksistensinya sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi. Namun, menjaga tradisi agar tetap relevan membutuhkan inovasi. Hal inilah yang mendorong Universitas Wiraraja mengambil langkah nyata dengan menghadirkan teknologi Smart Drying untuk pengrajin batik di Desa Pakandangan Tengah, Kecamatan Bluto, Sumenep.

Program ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) 2025, yang digelar melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat atas dukungan Ditjen Dikti – Kemdiktisaintek RI dengan nomor kontrak 035/LL7/DT.05.00/PM/2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh DPPM dengan mengusung tema “Integrasi Smart Drying dan Business Intelligence untuk Efisiensi Manajemen dan Kepatuhan Hukum Lingkungan pada Pengrajin Batik” ini melibatkan tim dosen Universitas Wiraraja yang diketuai Evi Dwi Hastri, S.H., M.H., CPM, dengan anggota Moh. Baqir Ainun, S.E., M.A., serta Hopid, S.P., M.P.

Baca Juga :  Koperasi Wanita Potre Koneng Sumenep Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pasar Murah dan Layanan Gratis

Mitra sasaran adalah Kelompok Pengrajin Batik Bunga Seroja, yang selama ini menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya di desa tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ketua Tim Pelaksana, Evi Dwi Hastri, teknologi Smart Drying mampu menghadirkan efisiensi waktu dan biaya produksi, sekaligus lebih ramah lingkungan.

“Dengan integrasi teknologi, para pengrajin tidak hanya terbantu dalam kualitas produksi, tetapi juga bisa lebih kompetitif di pasar global. Yang terpenting, usaha mereka tetap sejalan dengan kepatuhan terhadap hukum lingkungan,” ujarnya kepada media ini, Jum’at (29/08/2025)

Tak hanya itu, sistem Business Intelligence yang turut diperkenalkan juga memberi warna baru dalam tata kelola usaha. Para pengrajin dibimbing untuk mampu mengelola manajemen produksi dan pemasaran dengan data yang lebih akurat.

“Ini bukan hanya soal melestarikan batik, tapi juga bagaimana batik Madura bisa naik kelas dan menjadi ikon ekonomi kreatif yang modern serta berwawasan lingkungan,” sambungnya.

Melalui program ini, Universitas Wiraraja ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya tak harus berbenturan dengan modernisasi. Justru, teknologi dapat menjadi jembatan antara tradisi dan masa depan. Dengan Smart Drying, proses pengeringan kain batik yang biasanya bergantung pada cuaca kini bisa lebih cepat, higienis, dan hemat energi, sekaligus mengurangi jejak karbon yang ditimbulkan.

Baca Juga :  Di IKN , Ketum FRN Agus Flores Katakan Tidak Ada Menambang Di Kawasan Lindung

Inovasi ini pun disambut antusias oleh para pengrajin. Mereka menilai langkah Universitas Wiraraja bukan sekadar bantuan teknis, tetapi juga sebuah motivasi bahwa batik Madura punya peluang besar untuk menembus pasar yang lebih luas.

“Harapan kami, pengrajin batik bisa terus berkreasi tanpa khawatir tertinggal oleh zaman. Batik Madura akan tetap lestari, lebih ramah lingkungan, dan mampu bersaing secara global,” tutupnya. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Membanggakan! Siswi SDN Gapura Barat I Sumenep Tembus Juara III OPEC Se-Madura 2026
AMPD Desak Kemenag Buka Suara Soal Isu Pengisian Jabatan Strategis, Nilai Transparansi Jadi Penentu Kepercayaan Publik
Pelantikan PC IPNU-IPPNU Sumenep 2026-2028, KH Widadi Rahim: Regenerasi NU Lahirkan Pemimpin Masa Depan
dr. Laos Soroti Stigma ODGJ di Sumenep, Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan
Debut Manis Atlet Baru, Kontingen Angkat Berat Sumenep Borong Dua Medali Perunggu di Kejurprov PABERSI Jatim 2026
Pelantikan KJS 2026–2029 dan Launching MEC 2026, Bupati Fauzi Ajak Insan Pers Perkuat Pembangunan Sumenep
Pengurus Ambalan Jokotole–Dewi Ratnadi MAN Sumenep Resmi Dilantik, Siapkan Generasi Pemimpin Berkarakter
Kapolresta Sumenep Terima Keris Pusaka dari Helmi Art Museum, Budayawan Perkuat Sinergi Lestarikan Warisan Budaya Madura

BERITA TERKAIT

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Membanggakan! Siswi SDN Gapura Barat I Sumenep Tembus Juara III OPEC Se-Madura 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:14 WIB

AMPD Desak Kemenag Buka Suara Soal Isu Pengisian Jabatan Strategis, Nilai Transparansi Jadi Penentu Kepercayaan Publik

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Pelantikan PC IPNU-IPPNU Sumenep 2026-2028, KH Widadi Rahim: Regenerasi NU Lahirkan Pemimpin Masa Depan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:29 WIB

dr. Laos Soroti Stigma ODGJ di Sumenep, Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Debut Manis Atlet Baru, Kontingen Angkat Berat Sumenep Borong Dua Medali Perunggu di Kejurprov PABERSI Jatim 2026

BERITA TERBARU