Bangkai Kapal Kuno, Ratusan Koin Perak, Emas Hingga Permata Ditemukan

  • Whatsapp
Tumpukan koin dari periode Mamluk baru-baru ini ditemukan di sebuah kapal karam di lepas pantai Kaisarea. (Foto. Ist. IAA)
banner 468x60

Javanetwork.co.id – Arkeolog dari Marine Archaeology Unit of the Israel Antiquities Authority (IAA) telah menemukan ratusan koin perak dan perunggu, cincin perak dan emas, permata langka, patung-patung dan lonceng. Benda-benda arkeologi atau artefak kuno tersebut ditemukan selama penggalian yang sedang berlangsung dari dua bangkai kapal kuno di lepas pantai Kaisarea, (2/01).

Israel Antiquities Authority adalah otoritas pemerintah independen Israel yang bertanggung jawab untuk menegakkan Hukum Kepurbakalaan 1978. IAA mengatur penggalian dan pelestarian, dan mempromosikan penelitian.

IAA saat ini sedang melakukan penggalian pada kedua bangkai kapal tersebut di lepas pantai Kaisarea, sebuah kota kecil di Israel yang terletak di tengah-tengah antara Tel Aviv dan Haifa. Pantai Kaisarea terletak di pesisir pantai Laut Tengah dekat kota Hadera.

Dilaporkan Time of Israel, Diperkirakan kedua kapal tersebut tenggelam lebih dari 1.700 tahun yang lalu, pada periode romawi dan 600 tahun yang lalu, pada periode Kesultanan Mamluk di lepas pantai Kaisarea. Muatan kapal dan sisa-sisa lambung kapal yang rusak ditemukan berserakan di perairan dangkal pada kedalaman sekitar 4 meter atau sekitar 13 kaki. Untuk diketahui, periode Romawi kuno berkisar antara 750 Sebelum Masehi (SM) hingga 31 SM, sedangkan periode Kesultanan Mamluk berkisar antara 1250 hingga 1517.

Menurut para arkeolog, kedua kapal itu mungkin telah berlabuh di lepas pantai setelah mengalami kesulitan, atau takut akan cuaca badai karena pelaut tahu betul bahwa berlabuh di perairan dangkal dan terbuka di luar pelabuhan berbahaya dan rentan terhadap bencana. “Kapal-kapal itu mungkin berlabuh di dekatnya dan hancur oleh badai,” kata Jacob Sharvit dan Dror Planer dari Unit Arkeologi Kelautan IAA.

Harta karun yang ditemukan termasuk ratusan koin perak dan perunggu Romawi dari pertengahan abad ketiga Masehi dan tumpukan besar koin perak dari periode Mamluk. Mereka juga menemukan tempat tinta, patung perunggu berbentuk elang, patung pantomimus Romawi dalam topeng komik, banyak lonceng perunggu dan bejana tembikar, lusinan paku perunggu besar, pipa timah dari pompa lambung kapal, dan jangkar besi.

“(Termasuk) sisa-sisa bawah air termasuk barang pribadi yang langka dari para korban kapal karam,” kata para peneliti.

Di antara benda-benda arkeologi itu adalah sebuah batu permata merah yang diyakini pernah dipasang di dalam sebuah cincin juga ditemukan, dengan ukiran gambar kecapi, yang dikenal dalam tradisi Yahudi sebagai “Kecapi David” dan dalam mitologi Yunani sebagai “Kecapi Apollo.”

Temuan lain yang sangat indah dan langka adalah cincin emas segi delapan tebal dengan batu permata hijau yang diukir dengan sosok seorang anak gembala muda mengenakan tunik dan membawa domba jantan atau domba di pundaknya. Gambar “Gembala yang Baik” adalah salah satu gambar paling awal dan tertua yang digunakan dalam agama Kristen untuk melambangkan Yesus.

“Pantai Israel kaya akan situs dan temuan yang merupakan aset warisan budaya nasional dan internasional yang sangat penting,” kata Eli Eskozido, direktur Otoritas Barang Antik Israel.

“Mereka sangat rentan, itulah sebabnya Otoritas Barang Antik Israel melakukan survei bawah air untuk menemukan, memantau, dan menyelamatkan barang antik apa pun.” terangnya.

Batu permata merah yang diukir dengan kecapi. (foto. Ist. IAA)
Batu permata merah yang diukir dengan kecapi. (foto. Ist. IAA)

Peneliti mengatakan, gambar tersebut mewakili Yesus sebagai gembala yang penuh kasih bagi umat manusia, memperluas kebaikan-Nya kepada kawanan orang percaya dan seluruh umat manusia. “Cincin emas unik yang bertuliskan ‘Gembala yang Baik’ ini memberi kita, mungkin, indikasi bahwa pemiliknya adalah seorang Kristen awal,” katanya.

Eskozido mengimbau mereka yang menyelam, snorkeling, dan berenang di sepanjang pantai Israel untuk memperhatikan artefak potensial dan melaporkan temuan apa pun kepada pihak berwenang.

“Kami mengimbau para penyelam, jika Anda menemukan temuan kuno, catat lokasi bawah lautnya, tinggalkan di laut dan segera laporkan kepada kami. Penemuan dan dokumentasi artefak di tempat penemuan aslinya memiliki kepentingan arkeologis yang luar biasa dan kadang-kadang bahkan penemuan kecil mengarah pada penemuan besar,” katanya. (*)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan