Abah Anton Mantan Wali Kota Malang, Kini Sukses Geluti Bisnis Kuliner dan Kebun Durian

  • Whatsapp
Mochamad Anton yang dikenal dengan sebutan Abah Anton Mantan Wali Kota Malang Sedang di Lahan Duriannya, Kini Bisnis Kuliner Bernama Abundacio Cafe (foto. by Dok. Suaraindonesia.co.id)
Mochamad Anton yang dikenal dengan sebutan Abah Anton Mantan Wali Kota Malang Sedang di Lahan Duriannya, Kini Bisnis Kuliner Bernama Abundacio Cafe (foto. by Dok. Suaraindonesia.co.id)
banner 468x60

Javanetwork.co.id, Malang – Semua kalangan masih tetap ingat dengan sosok Mochamad Anton, yang akrab disapa Abah Anton yang sudah lama tidak terdengar. Mantan Wali Kota Malang ini, sekarang hari-harinya sibuk dengan berkebun, yaitu kebun durian dan juga bisnis kuliner bernama Abundacio Cafe and Eatery di kebun Duriannya, (1/12).

Kebun durian dan Abundacio Cafe milik Abah Anton yang berlokasi di Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dari Kota Malang dengan jarak tempuh sekitar 5 km dengan waktu sekitar kurang lebih 15 menit sudah sampai ke lokasi.

Begitu masuk gerbang, kamu langsung disuguhi dengan banyaknya pohon durian yang berbuah besar dan lebat. Banyak pengunjung yang mengabadikan foto di pohon durian yang berbuah besar tersebut. Bahkan Abah Anton pun melayani foto bersama dengan para pengunjung.

Di kebun dengan luas 4 hektar ini, ada 400 batang pohon Durian dengan berbagai jenis. Terutama jenis Durian Montong, selebihnya ada Durian Bawor, Durian Matahari dan yang paling spesial Durian Kunir atau Kunyit. Dalam sehari, Kafe Abah Anton ini bisa menghabiskan 500 buah Durian, loh.

Abah Anton mengatakan, ide mendirikan bisnis kuliner ini berawal dari hobinya makan durian.

“Sebetulnya Kebun Durian saya ini dulu adalah pertama karna hobi saya makan Durian. Terlalu hobi akhrinya saya keliling saya coba cari Durian itu akhrinya lama kelamaan saya punya kebun Durian,” ujar Abah Anton.

Lanjut Abah Anton, pada tahun 1998, ia mempunyai tanah di Petungsewu, namun tanah yang ditanaminya sebelumnya adalah Jeruk. Karena cintanya, akhirnya tanaman Jeruk dirubah sebagian besar menjadi Pohon Durian.

“Tapi saya ingin coba karna saya senang Durian saya cobalah varian durian untuk bisa ditanam ditempat ini. Akhirnya saya memanggil pertanian dari Bogor waktu itu. Saya coba hitung ketinggian 750 mdpl sangat bagus, akhirnya saya perintahkan tanam disini dan kita coba,” bebernya.

Dia berkeinginan Durian menjadi varian Utama di kebunnya. Karena selama ini, Petungsewu daerah wisata petik dan penghasil Jeruk.

“Terus terang saya ingin Durian jadi varian utama disini, karena apa, karena daerah disini ada tempat wisata petik Jeruk. Dengan adanya hasil maksimal dan hasil yang baik disini bisa dirasakan seluruh kalangan masyarakat akhirnya masyarakat kita ikut andil dalam hal mengembangkan varian Durian ditempat ini. Mengapa? karena percontohannya sudah mereka anggap berhasil dan yang paling utama untuk memberdayakan masyarakat daerah sekitar sini,” ujarnya.

Abah Anton berani mengambil langkah yang berbeda dengan petani Jeruk lainnya. Sebab menurutnya harga pasar Jeruk tidak stabil.

“Terus terang daerah sini adalah pertanian Jeruk yang selama ini masyarakat memang sangat sulit untuk mengeluarkan Jeruk itu setelah hasil panen, karena terlalu besar lahan yang dimiliki namun harganya tidak mengikuti. Akhirnya dengan Durian inilah bisa kita berhasil untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” katanya.

Tak hanya sekedar Cafe dan Kebun, Abah Anton juga berencana kembangkan Wisata Edukasi Pertanian.

“Nanti kita juga jual bibit Durian supaya masyarakat ga jauh-jauh beli bibit Durian dari Bogor,” pungkasnya. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan