Gelar Apel Siaga Kawal Hak Pilih Pilkada 2024, Bawaslu Sumenep Minta Jajarannya Awasi Coklit KPU dan Pastikan Pemilih Masuk Daftar

  • Whatsapp
Hosnan Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Saat Memimpin Apel Gelar Siaga Kawal Hak Pilih di Halaman Kantor Bawaslu Sumenep, Rabu (26/06/2024)
banner 468x60

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumenep menggelar Apel Siaga Kawal Hak Pilih di halaman Kantor Bawaslu setempat, Rabu (26/6/2024).

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran komisioner Bawaslu, staf dan Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Sumenep.

Bacaan Lainnya

banner 468x60

Dalam Apel Siaga Kawal Hak Pilih itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Sumenep Hosnan Hermawan mengatakan bahwa pengawasan tahapan penyusunan Daftar Pemilih dalam Pemilihan Tahun 2024 adalah untuk mencegah terjadinya pelanggaran dan sengketa pemilihan.

“Ini menindaklanjuti Surat Edaran Nomor 89 Tahun 2024 tentang pencegahan pelanggaran dan pengawasan penyusunan daftar pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024,” ujar pria yang akrab dipanggil Hosnan ini, Rabu (26/6/2024).

Pria asal Pulau Giliraja ini berharap kepada jajaran pengawas ad hoc se-Kabupaten Sumenep agar mengawasi kinerja Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih).

“Jika kinerja mereka tidak sesuai regulasi, tolong segera laporkan atau koordinasi kepada kami,” imbuhnya.

Pengawas ad hoc, kata Hosnan, secara aktif ikut serta dalam mensosialisasi kepada masyarakat mengenai kesadaran akan status hak pilihnya, mulai dari tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) hingga pelaksanaan pemungutan suara.

Terutama kepada PKD, mereka harus mendatangi langsung pemilih rentan yang berpotensi terabaikan hak pilihnya dan berpotensi disalahgunakan hak pilihnya.

“Seperti pemilih disabilitas, masyarakat adat, pemilih yang telah meninggal dunia namun masuk dalam data atau daftar pemilih di KPU, pemilih yang berada di wilayah perbatasan, dan pemilih di wilayah rawan konflik, bencana, dan relokasi pembangunan,” tuturnya.

Kalau bisa, papar pria alumni Pondok Pesantren Nurul Islam Karangcempaka Bluto ini, mendirikan posko keliling kawal hak pilih di masing-masing kecamatan.

“Bentuk patrolinya menyesuaikan kearifan lokal dan peta kerawanan di wilayah masing-masing,” terangnya.

Dan yang tak kalah penting juga, ungkap Hosnan, pengawas ad hoc senantiasa tertib dalam penyampaian laporan kegiatan pengawasan yang dilakukan secara berjenjang.

“Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kita dalam mengawal demokrasi di Indonesia untuk memilih pemimpin yang amanah,” pungkasnya,” (REDJAVA*****)

banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan