Sambut HUT Hari Bakti Adhyaksa ke-63, Kejaksaan Negeri Sumenep Gelar Lomba Pidato Tingkat SMA/SMK

  • Whatsapp
Kajari Sumenep Trimo, SH, MH Bersama Peserta Lomba Pidato dan Dewan Juri
banner 468x60

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam rangka menyambut peringatan Hari Bakti Adhyaksa (HBA) yang jatuh pada tanggal 22 Juli, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep menggelar lomba pidato antar pelajar SMA/SMK se-kabupaten Sumenep.

Kegiatan lomba pidato tingkat SMA sederajat digelar di halaman belakang kantor Kejaksaan Negeri Sumenep Jalan KH Mansyur Desa Pabian Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Selasa (18/07/2023).

Bacaan Lainnya

banner 468x60

Pada kesempatan tersebut, Kajari Sumenep, Trimo, SH, MH mengatakan bahwa sangat penting bagi para generasi muda, khususnya para pelajar untuk mengetahui sejauh mana kehadiran hukum bagi setiap orang.

Pihaknya mengajak semua masyarakat, khususnya anak-anak yang masih mengeyam pendidikan di tingkat SMA sederajat agar tahu, apa itu kejahatan yang sangat luar biasa, selain korupsi dan kriminal. Itulah narkoba.

“Narkoba adalah kejahatan yang sangat luar biasa, sebab narkoba akan berdampak luas, salah satunya masa depan seseorang akan hancur, keluarga akan menanggung akibatnya dan masyarakat sekitar pun akan ikut terdampak atas perbuatan pelaku narkoba,” kata Kajari Sumenep, Trimo, SH, MH pada sambutannya.

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada para peserta lomba pidato dan para hadirin yang hadir agar ikut serta bersama-sama menekan peredaran narkoba di daerahnya masing-masing sehingga kejahatan narkoba tidak semakin merajalela.

“Kita semua memiliki peran yang sama dalam mengantisipasi kejahatan narkoba, salah satunya dimulai dari kita sendiri untuk sekali-kali mendekati narkoba, lalu kita ajak semua teman dan kerabat untuk menjauhi narkoba,” terangnya.

Selain kejahatan narkoba, mantan Kajari Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan ini juga menyinggung permasalahan soal korupsi, dimana korupsi saat ini sangat mengkhawatirkan sehingga perlu dilakukan upaya-upaya pencegahan sejak dini.

“Tindakan korupsi kadang bukan dari faktor kesengajaan, melainkan juga bisa karena dimana ada kesempatan seseorang untuk melakukannya. Tentu saja korupsi tidak hanya terjadi di kalangan pemerintahan, namun bisa saja terjadi di manapun,” papar Kajari Trimo, SH, MH.

Maka dari itu lanjut Kajari kelahiran Kota Ponorogo, pihaknya akan senantiasa memberikan pelayanan hukum yang humanis bagi seluruh masyarakat, manakala ada perbuatan yang dinilai mengarah pada korupsi agar dapatnya segera melaporkan kepada Kejari Sumenep.

“Jadi jangan takut, adik dan guru di sekolah menemukan atau mengetahui adanya tindak pidana korupsi untuk segera melaporkan kepada jaksa. Kami akan layani secara humanis dan identitas pelapor akan kami jamin. Inilah salah satu cara kejaksan untuk mencegah korupsi,” terangnya.

Dikatakan Kajari Trimo, SH, MH dalam menerapkan hukum yang berkeadilan, Kajagung RI telah mengeluarkan penerapan penyelesaian masalah atau perkara yang tidak harus berakhir di persidangan.

“Kita punya yang namanya restorative justice untuk menyelesaikan perkara tanpa harus melalui sidang di pengadilan. Dimana tidak semua masalah hukum itu harus selesai melalui persidangan. Akan tetapi tentunya ada proses dan tahapan-tahapan yang dijalani dan tidak semuanya perkara bisa diselesaikan dengan restorative justice,” pungkas orang nomer satu di Korps Adhyaksa Sumenep itu.

Kegiatan ini juga turut dihadiri Kajari Sumenep, Trimo, SH, MH, seluruh Kasi dan Kasubsi jajaran Kejari Sumenep, UPT Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur beserta jajarannya, tim juri lomba pidato serta sejumlah Kepala SMA sederajat. (REDJAVA****)

banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan