Korban Penganiayaan, Oknum Kades di Sumenep Dilaporkan Ke Polisi

Sri Handayani, Korban Penganiayaan

Javanetwork.co.id, Sumenep – Seorang perumpuan Sri Handayani (36), warga asal Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melaporkan Kepala Desa setempat ke Polsek Prenduan, karena penganiyaan, (25/12).

Penganiyaan yang dilakukan oleh oknum Kades terjadi pada, Kamis (24/12/2020) ini dipicu oleh persoalan beredarnya sebuah video diduga tidak senonoh dengan disangkanya video tersebut oleh oknum Kades adalah Sri Handayani.

Namun, setelah Sri Handayani (korban) melihat video yang dikatakan oknum kades itu. Ternyata bukan dirinya bahkan tidak pernah merasa membuat video seperti dikatakan oknum kades tersebut.

Dikatakannya, peristiwa bermula sekitar pukul 12.00 Wib, menerima telpon agar menemui oknum Kades di Pasar Prenduan. Saat ditemui, ia langsung mendapat tuduhan bahwa dalam video yang diduga tidak senonoh adalah dirinya.

Karena tidak merasa bahwa dalam video tersebut bukan dirinya, kata dia, oknum Kades langsung menampar wajahnya hingga mengalami luka memar dan bengkak diatas mata sebelah kiri sampai ke bawah matanya.

“Saya tiba-tiba ditampar dan dicakar sama dia. Beruntung pada saat di lokasi ada warga yang mengetahui dan langsung dilerai,” ungkapnya, Jumat (25/12/2020).

Atas penganiyaan tersebut, korban juga telah mengadukan kepada Ach. Supyadi, SH., MH sebagai Pengacara. “Saya menghubungi Pak Supyadi agar menjadi pengacara saya dan melaporkan ke Polisi,” ujarnya.

Sementara, Ach. Supyadi, SH., MH sebagai pengacara Sri Handayani membenarkan, bahwa penganiayaan yang dialami kliennya tersebut telah dilaporkan ke Polsek Prenduan.

“Betul, klien kami sudah melaporkan ke Polsek Prenduan langsung pada waktu itu dan dilakukan visum dengan diantar oleh penyidik ke rumah sakit,” tuturnya.

Supyadi menambahkan, dalam laporan itu korban dan pelapor adalah kliennya. Keduanya yaitu, Sri Handayani, sedangkang terlapor Muslihin (38), merupakan oknum Kepala Desa Pakamban Laok.

“Laporan klien sudah kami diterima dengan LP Nomor : LP/42/XII/2020/Res 1.6/Reskrim/Sumenep/SPK Polsek Prenduan, Tanggal 24 Desember 2020 hari Kamis,” jelasnya.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Prenduan, Ipda Suki, saat dikonfirmasi media ini melalui telpon selulernya mengatakan, dirinya masih dalam perjalanan dan sambil mengemudi.

“Suaranya tidak jelas dan putus-putus mas. Saya masih dijalan sambil mengemudi,” pungkasnya.(Dsn/Arm)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*