Anggaran Minim, Perpustakaan Daerah Tidak Maksimal Lakukan Pengadaan Buku Baru

Kepala Dinas Perpustakaan Daerah dan Kearsipan, Ahmad Masuni

Javanetwork.co.id, Sumenep – Minimnya anggaran yang didapat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep diklaim menjadi biang kurang maksimalnya pengadaan buku baru di tahun 2021.

Kepala Dinas Perpustakaan Daerah dan Kearsipan, Ahmad Masuni mengatakan, anggaran pengadaan buku baru untuk tahun 2021 masih sangat minim jika bandingkan dengan kebuhan buku baru yang harus dipenuhi oleh perpustakaan disetiap tahunnya.

“Untuk 2021 tidak ada tambahan anggaran, untuk pengadaan buku kurang lebih 100 jutaan,” ujarnya, Selasa (22/12/2020).

Menurutnya, Pengadaan buku di Kabupaten Sumenep dirasa cukup penting untuk dilakukan, mengingat buku yang tersedia sudah cukup berumur.

“Sebagian besar buku yang ada di perpustakaan adalah buku lama dan itu memerlukan anggran yang cukup besar untuk memperbaharuinya,” terangnya

Masuni mengatakan, minimnya anggaran pengadaan buku dikhawtirkan menghambat terhadap kemajuan di bidang pendidikan khususnya dalam meningkatkan minat baca masyarakat.

Padahal, lanjut Masuni dalam meningkatkan minat baca masyarakat, salah satu caranya dengan meningkatkan kepemilikan koleksi buku di perpustakaan daerah.

“Jika bukunya baru maka masyaraka bisa tertarik untuk datang kesini,” ujarnya.

Seharusnya, Masuni menambahkan, Keberadaan perpustakaan daerah lebih diperhatikan, lebih-lebih dalam kebutuhan buku-bukunya, mengingat perpusda memiliki peranan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Peran kami sesungguhnya sangat luar bisa untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dan hal itu akan terwujud apabila pemerintah daerah mendukung dengan menganggarkan anggaran yang kucup besar untuk pengadaan buku di perpus,” ujarnya.(Zr/Nurie)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*