Bersholawat, Masjid Nurul Jannah Peringati Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Kumandang sholawat Nabi diiringi kesenian hadrah

Javanetwork.co.id, Sumenep – Jamaah Masjid Nurul Jannah Tonggal Desa Meddelan Kecamatan Lenteng bersholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan tersebut dilaksanakan setelah sholat maghrib, (29/10).

Dalam acara tersebut dihadiri oleh takmir sekaligus penceramah tunggal, Tokoh masyarakat dan masyarakat lingkungan sekitar masjid. Gema pembacaan sholawat Nabi diiringi oleh alunan hadrah.

Peringatan Maulid Nabi bagi umat muslim adalah penghormatan dan pengingatan kebesaran dan keteladanan Nabi Muhammad dengan berbagai bentuk kegiatan budaya, ritual dan keagaamaan. Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad juga menjadi penyemangat untuk menyatukan semangat dan gairah keislaman.

Hal tersebut disampaikan oleh K. Ali Mufi sebagai takmir masjid Nurul Jannah saat memberikan tausiyah pada peringatan kelahiran Nabi di Masjid Nurul Jannah Tonggal Desa Meddelan,” ucapnya, Kamis (29/10/2020).

Selain itu, hikmah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat dihidupkan oleh umat Islam dengan semangat juang dengan cara mempertebal kecintaan umat islam kepada Nabi kita Muhammad SAW. sejak awal di bulan Rabiul Awal, masyarakat khususnya umat Islam di seluruh pelosok Kabupaten Sumenep baik perorangan maupun kelompok melaksanakan peringatan Maulid Nabi.

Tujuan dari peringatan Maulid Nabi agar semakin faham terhadap segala segi kehidupan Rosulullah yang diberi gelar Al-amien, yaitu sosok pribadi ¬†yang jujur dan terpercaya. Pada saat kegiatan yang mulia ini, membuktikan bahwa perhatian masyarakat desa Meddelan terhadap kehidupan beragama semakin tinggi, semua ini mencerminkan hasrat masyarakat desa Meddelan semakin meningkat untuk belajar memperdalam ilmu tentang agama islam,” ungkapnya.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW seharusnya bisa menjadi evaluasi diri terhadap pribadi seseorang menjadi lebih baik, dan bukan untuk dirayakan berlebih.

“Kalo di sini (Masjid Nurul Jannah) perayaan kita sewajarnya, yakni dengan melaksanakan hadroh atau rebanahan melafalkan lantunan shalawat kepada Rasullullah untuk mengingat kelahirannya sampai tutup usia di 63 tahun,” tuturnya.(Arm/Rah)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*