Dua Organisasi Mahasiswa Gabungan Kepung Kantor DPRD Sumenep Yang Berujung Kericuhan

Ratusan mahasiswa lakukan aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Sumenep

Javanetwork.co.id, Sumenep – Polemik penolakan disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja terus menuai protes dan melakukan aksi demonstrasi di berbagai wilayah di Indonesia.

Seperti halnya yang dilakukan oleh ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sumenep, sekarang Senin (12/10/2020) mengepung gedung DPRD Kabupaten Sumenep.

Massa aksi dua organisasi mahasiswa tersebut, tiba di deapan kantor DPRD Sumenep di Jl. Trunojoyo Bangselok sekitar pukul 13.00 WIB. Setibanya, ratusan massa aksi mendapatkan pengawalan ketat aparat keamanan dari Polres dan Satpol PP Sumenep. Serta terlihat juga nampak terjun di tengah demonstrasi dari anggota TNI Kodim 0827 Sumenep.

Pihak keamanan, dari aparat kepolisian Sumenep memasang kawat berduri sebagai penjagaan di sepanjang pintu pagar kantor DPRD.

Kendati ditengah terik matahari dan didepan kawat berduri, massa aksi dengan semangat secara bergantian melakukan orasi di sisi utara pintu kantor DPRD Sumenep dan mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan.

Massa aksi dan aparat keamanan kepolisian dan Satpol PP sempat terjadi aksi dorong, lantaran massa aksi ingin masuk ke kantor DPRD Sumenep karena tidak satupun anggota dewan berani menemui para pengunjuk rasa.

“Kami hanya ingin masuk ke kantor DPRD Sumenep untuk memastikan anggota dewan ini sedang apa didalam,” kata salah satu orator perwakilan massa aksi, Senin (12/10/2020).

Sementara hingga pukul 14.31 WIB, dari perwakilan anggota DPRD Kabupaten Sumenep belum menemui para massa aksi. Dan hingga massa aksi sempat mengalami bentrokan kericuhan dengan aparat keamanan.(Yas/Arm)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*