Masuk Zona Kuning, Kacabdin Sumenep Uji Coba KBM Tatap Muka

Foto Ist. By ruang guru

Javanetwork.co.id, Sumenep – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI telah mengumumkan secara resmi, bahwa satuan pendidikan yang berada di zona kuning juga diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi virus Corona (covid-19).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Cabang Dinas pendidikan Jawa Timur, Kabupaten Sumenep, H. Syamsul Arifin S,Pd.M,Si meyatakan bahwa untuk Kabupaten Sumenep masih akan diberlakukan tahapan uji coba terlebih dahulu.

“Berdasarkan hasil rakor kami dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, mulai tanggal 18 Agustus ini kami (Cabang Dinas Pendidikan red) Sumenep, sudah bisa melakukan uji coba pembelajaran tatap muka ditiga sekolah yang berada di wilayah kota,” terangnya saat dihubungi melalui dambungan selulernya, Selasa (11/08/2020).

Menurutnya, Tiga sekolah yang dipilih untuk dilakukan uji coba dalam pembelajaran tatap muka adalah SMA Negeri 1 Sumenep, SMK Negeri 1 Sumenep dan PK-PLK atau sekolah luar biasa Negeri Kecamatan Saronggi.

“Sesuai dengan keputusan Kadisdik Jatim untuk memilih tiga sekolah, maka kami pilih  SMA Negeri 1 Sumenep, SMK Negeri 1 Sumenep dan PK-PLK atau sekolah luar biasa Negeri Kecamatan Saronggi untuk diuji cobakan,” paparnya.

Lebih lanjut mantan kepala sekolah SMA Nergri 1 Sumenep ini mejelaskan, uji coba pembelajaran tatap muka ditiga sekolah tersebut tetap mengedepankan protokol covid-19, seperti mewajibkan siswa yang hendak masuk sekolah untuk membawa keterangan izin orang tua, keterangan sehat, memakai masker, tidak berboncengan dan lain sebagainya.

“Untuk keterangan sehat tidak harus dari dokter atau Puskesmas tetapi cukup dengan keterangan dari orang tua yang menyatakan bahwa putra-putrinya sudah diperkenankan untuk masuk sekolah dalam kondisi sehat,” terangnya seraya mengatakan bahwa keterangan tersebut cukup ditulis tangan saja.

Dalam pelaksaan KBM tatap muka yang dijadwalkan pada 18 Agustus ini, jadwal masuk siswa dalam satu kelas akan dibuat menjadi dua kelompok. Jadi, jika setengah masuk, setengahnya lagi belajar di rumah.

“Anak-anak sip sipan untuk masuk sekolah. Jika hari ini masuk sekolah besok belajar di rumah,” tukasnya.(Nuri/Arm)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*