Permudah Pelayanan, Disdukcapil Sumenep Berlakukan Permohonan Kependudukan Secara Online

Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sumenep (Foto. Nuri/Javanetwork)

Javanetwork.co.id, Sumenep – Dinas Kependudukan dan Catatan (Disdukcapil) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur berlakukan pelayanan administrasi kependudukan secara online.

“Mulai awal bulan Juli sudah kami berlakukan pelayanan administrasi secara online ini,” terang Kepala Disdukcapil Sumenep, R. Achmad Syahwan Effendi melalui Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, Drs. Imam Subakti.

Menurutnya, pemberlakuan pelayanan secara daring dilakukan guna mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan mulai dari Kartu Keluarga (KK), Akte Kelahiran dan Akte Kematian.

“Ini tidak lain hanya untuk memberi kemudahan untuk masyarakat lebih-lebih ditengah pamdemi covid-19,” terangnya.

Selain untuk mempermudah, lanjut Imam pelayanan online ini juga untuk mengantisipasi keberadaan calo yang selama ini meresahkan masyarakat.

Dijelaskan oleh Imam, dalam pelayanan secara daring ini masyarakat tinggal membuka wabsite Simponikab.co.id, kemudian melakukan registrasi akun.

“Untuk tahapan awal masyarakat tinggal melakukan registrasi untuk mendapatkan ID akun,” terangnya.

Setelah registrasi selesai dan akun sudah didapatkan, pemilik akun tinggal melengkapi berkas sesuai perubahan elemen yang diinginkan.

“Kalau berkas permohonan sudah diterima, pihak pemohon akan menerima berkas dalam format PDF untuk dicetak di rumah menggunakan kertas HVS 80 gram ukuran A4,” terangnya

Lebih lanjut Imam menjelaskan, pencetakan KK dan Akte menggunakan Kertas HVS tersebut mengacu kepada Peraturan yang telah ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri (Permendagri).

“Acuan kami menerbitkan dokumen kependudukan dengan menggunakan kertas HVS adalah paturan Permendagri Nomor 109 Tahun 2019 tentang formulir dan buku yang digunakan dalam administrasi kependudukan,” terangnya.

Namun, lanjut Imam aturan tersebut hanya berlaku untuk KK dan Akte tidak untuk KTP dan KIA, krena KTP dan KIA masih harus menggunakan blangko khusus.

“Yang tidak bisa dicetak sendiri hanya KTP dan KIA karena masih tetap menggunakan bahan yang sama seperti sebelumnya,” tukasnya.(Nuri/ARM)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*