Naas: Sebelum Tenggelam, Perahu Layar Motor Sumber Rejeki 2 Sempat Ditarik Menggunakan Perahu Taksi

Detik detik tenggelamnya Perahu Layar Motor Sumber Rejeki 2 di perairan Giliyang Kec. Dungkek Sumenep

Javanetwork.co.id, Sumenep – Perahu Layar Motor ( PLM ) Sumber Rejeki 2 mengalami laka laut diantara perairan pulau giliyang dan Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep.

Laka laut tersebut terjadi pada hari Senin 13 Juli 2020 kemaren saat Perahu Layar Motor ( PLM ) Sumber Rejeki 2 berangkat dari pelabuhan gersik putih, Kecamatan Kalianget menuju pelabuhan Giliyang, Kecamatan Dungkek.

Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti S, SH, dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa terjadinya laka laut tersebut di karenakan mesin perahu layar motor tersebut mati.

“Saat berada di antara perairan dungkek dan giliyang Perahu mengalami trouble alkon macet, sehingga tenggelam,” terangnya.

Dijelaskan oleh Widi, saat terjadinya laka laut PLM Sumber Rejeki 2 tengah mebawa muatan material bangunan berupa Genteng sebanyak 4000 buah dan batu bata sebanyak 4000 buah.

Selain itu, perahu tersebut juga mengangkut Sepeda pancal sebanyak 33 unit. Sebanyak 31 unit berhasil diselamatkan, sementara 2 unit masih diatas kapal. Kabel gulungan tower sebanyak 1 roll, Lemari sebanyak 2 unit, Rak TV sebanyak 1 unit, Accu Tower sebanyak 3 unit dan Katrol derek sebanyak 1 unit.

Disamping itu, lanjut Widi perahu juga memuat tujuh orang yang terdiri dari dua anak buah kapal (ABK) atas nama Samsul (35), warga Desa Sasi’il dan Mohammad (60), warga Desa Pagerungan kecil, saorang nahkoda kapal bernama Hosni (50) serta 3 penumpang pekerja tower yang belum diketahui identitasnya karena dijemput rekannya langsung pulang ke surabaya.

“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam lakalaut tersebut, namun perahu mengalami kerusakan yang cukup parah,” terangnya.

Saat ini PLM Sumber rejeki 2 sudah berada di pinggir karang dangkal dekat pantai Desa Lapa laok Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep setelah sebelumnya ditarik menggunakan perahu taksi dan perahu tradisional milik nelayan yang sedang melakukan aktifitas laut di daerah tersebut.(*/Nuri)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*