Masa New Normal: Pemkab Sumenep Mulai Berlakukan Pajak Restoran

Kantor BPPKAD Sumenep

Javanetwork.co.id, Sumenep – Setelah dua bulan diberlakukan pembebasan pajak, untuk bulan ini Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Sumenep kembali berlakukan penarikan pajak untuk restoran.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Sumenep, Rudi Yuyinto SE, M,Si melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan, pendapatan dan Penagihan Suhermanto mengatakan, bahwa untuk saat ini pajak restoran sudah mulai diberlakukan seperti biasanya.

“Saat ini kami sudah mulai melalukan pemungutan kepada restoran yang sudah buka,” terangnya, Selasa (07/07/2020)

Dijelaskan oleh Suhermanto, alasan diberlakukannya kembali pajak restoran di Kabupaten Sumenep adalah pendapatan restoran selama masa pandemi Covid-19.

Menurutnya, selama masa pandemi berlangsung di Kabupaten Sumenep, pendapatan restoran hanya mengalami penurunan 14,9% dibandingkan pada saat kondisi normal.

“Dampaknya ada tapi tidak terlalu signifikan, maka dari itu kami berlakukan kembali pajak untuk restoran,” terangnya.

Suhermanto menambahkan, alasan lain diberlakukannya pajak restoran adalah mulai dilonggarkannya kembali berbagai fasilitas umum seperti di sektor hiburan. Dengan adanya itu maka pendapatan restoran juga akan mengalami kenaikan.

“Proses-proses new normal sudah mulai diterapkan dan itu akan berdampak baik terhadap pendapatan restoran,” tukasnya.

Untuk diketahui, sejak bulan April dan Mei Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Sumenep mebebaskan pajak untuk restoran, hal itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap restoran yang ikut terdampak pandemi covid-19.(Nuri/ARM)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*