Ketua PSSI Sumenep, Perlu Perhitungan Matang Digelarnya “Liga” di Masa Pandemi

Ketua PSSI Sumenep, Hairul Anwar (foto Javanetwork)

Javanetwork.co.id, Sumenep – Mengutamakan keselamatan orang khususnya yang terlibat dalam sepak bola serta mempertimbangkan finansial klub saat turnamen digelar ditengah masa pandemi harus tetap di utamakan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Askab PSSI Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Hairul Anwar saat ditanya perihal pelaksanaan kompetisi Liga 1, 2 dan 3 yang akan dibuka kembali pada Oktober 2020 mendatang.

Menurut lelaki yang akrab dipanggil Hairul ini, pelaksanaan kompetisi Liga 1, 2 dan 3 di perlukan perhitungan matang, mulai dari penerapan protokol kesehatan Covid-19 didalam maupun diluar lapangan.

“Semangat kita hari ini adalah menyongsong Piala Dunia U-20 tahun depan. Tentu, kompetisi baik digulirkan, tapi harus dengan perhitungan matang dengan mengutamakan keselamatan,” ujarnya, Selasa (30/6/2020).

Hairul mencontohkan, kalau seumpanya setiap pemain dan official harus melakukan tes seminggu sekali. Maka biaya tes siapa yang tanggung, karena bagi klub amatir seperti di Liga 3, biaya tes beban yang lumayan berat.

“Bayangkan saja misalnya kita ada 25 pemain, melakukan rapid test sebelum dan sesudah laga, Rp 300 kali 25 orang kali 2, itu sudah Rp 15 juta. Lalu kalikan berapa kali laga,” katanya.

Sementara, lanjut Hairul mayoritas klub profesional Indonesia pemasukan klub masih bergantung pada hasil tiket pertandingan. Misal, laga tanpa penonton atau jumlah penonton dibatasi, akan seperti apa finansial klub.

“Tentu kami meyakini PSSI dan operator liga sudah memperhitungkan semua itu. Karenanya, kalaupun kompetisi akan bergulir, mari semua mematuhi semua prokol kesehatannya. Jangan sampai satu orang pun reaktif, lalu satu klub dikarantina,” tukasnya.(*/Oki/Nuri)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*