Simulasi New Normal: Sektor Kuliner Dilakukan Pemantauan, Baik Pelayanan Hingga Juru Masak

Simulasi New Normal, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas Pantau Sentra Kuliner

Javanetwork.co.id, Banyuwangi – Jelang penerapan new normal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus melakukan simulasi terhadap berbagai sektor. Kali ini sektor kuliner yang menjadi sasaran pemkab untuk dilakukan simulasi.

“Simulasi kali ini kita laksanakan di Pusat Kuliner Pintar di Taman Blambangan,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Menurut Bupati Anas, simulasi bagi sektor kuliner dilakukan guna memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha terkait bagaimana memberikan pelayanan terbaik kepada para konsumen di tengah pandemi covid-19.

“Di masa pandemi ini, pelaku usaha kuliner harus berubah. Karena bukan hanya aspek harga dan rasa lagi yang utama, tapi juga aspek kesehatan. Ini demi kebaikan bersama,” imbuhnya.

Lebih lanjut Bupati Anas menjelaskan, untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik oleh pelaku usaha, Pemkab Banyuwangi akan menerbitkan sertifikat sebagai syarat usaha bisa beroperasi.

“Kami ingin memberi jaminan bagi semua konsumen, termasuk siapa pun orang yang datang ke Banyuwangi. Oleh karena itu kita akan terbit semacam sertifikat standar kepatuhan protokol,” papar Bupati Anas.

Tapi, lanut Anas jika di tengah jalan ada yang tidak patuh, maka sertifikat bisa dicabut dan usaha ditutup.

Sementara itu, di sentra ”Kuliner Pintar” di Taman Blambangan, simulasi dijalankan dengan melibatkan kecamatan dan dinas terkait.

Sejumlah protokol kesehatan yang harus dipenuhi oleh pengelola usaha seperti penggunaan masker semua staf, sarung tangan dan face shield, baik yang berada di pelayanan bagian depan maupun juru masak. Juga harus menjaga jarak aman antar pengunjung, menyediakan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer. Serta disinfeksi tempat secara berkala. Pengunjung yang masuk pun dipindai suhu tubuhnya.

“Kita cek kelengkapan dari pelayan sampai juru masak. Kami terus sosialisasi sekaligus simulasi. Dalam 14 hari ke depan dievaluasi, untuk dinilai apakah sukses atau tidak, dan bisa diterbitkan sertifikat bagi mereka,” kata Camat Banyuwangi M. Lutfi.

Apabila simulasi sukses, pengelola usaha akan mendapat sertifikat “Sesuai Protokol Kesehatan”. Selanjutnya usaha tersebut boleh beroperasi.

“Setelah beroperasi, akan dievaluasi berkala. Kalau lolos uji, boleh lanjut. Kalau tidak, sertifikat dicabut, dan usaha dilarang beroperasi sampai memperbaiki pelaksanaan SOP,” pungkas Lutfi.(*/Amir/Nuri)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*