New Normal: Disdik Sumenep, Begini Penerapannya Jika Masuk Sekolah di Ajaran Baru

Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep

Javanetwork.co.id, Sumenep – Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur siapkan skenario pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dalam ruang kelas pada masa New Normal.

Dalam sekenario itu, ada beberapa pedoman yang harus dilaksanakan sekolah jika sewaktu-waktu aturan new normal diterapkan di Kabupaten Sunemep.

“Ada beberapa aturan yang harus di ikuti, dan itu sudah saya sebar ke tiap-tiap sekolah,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Carto, Rabu, (3/5/2020).

Merut Carto, penyebaran skenario masuk sekolah memasuki era normal baru memang sengaja dilakukan lebih awal, agar sekolah bisa mempersiapkan segala fasilitas yang telah ditetapkan.

“Kalau nanti diterapkan new normal yang direncanakan tanggal 13, minimal ini yang harus diterapkan, kalau diperpanjang lagi tanpa new normal yaudah tidak usah,” terangnya

Berikut skenario yang dibuat disdik jika kabupaten sumenep menerapkan New Normal:

PROTOKOL KESEHATAN UMUM SEKOLAH

1. Skrining kesehatan bagi guru, tenaga kependidikan dan siswa untuk memastikan kondisi kesehatannya tidak berpotensi
untuk menularkan atau tertular Covid-19.

2. Skrining zona lokasi tempat tinggal guru, tenaga kependidikan dan siswa untuk memastikan tempat tinggalnya bukan
merupakan episentrum penularan Covid-19

3. Menyiapkan sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan standar protokol kesehatan Covid-19 :

a. semua kelas wajib disediakan bak cuci tangan beserta sabun dan tisu dengan air mengalir (kran langsung).

b. pintu masuk sekolah wajib dijaga satpam, memastikan semua warga sekolah masuk melalui bilik disinfektan dan
memakai masker.

c. Sekolah wajib menyediakan termo gun.

d. Sebelum tanggal 13 Juli 2020, semua sekolah wajib dilakukan penyemprotan dan selanjutnya setiap minggu sekali.

e. Sekolah membuat bilik disinfektan di pintu masuk sekolah (wajib hanya 1 pintu).

f. Sekolah wajib mengoptimalkan UKS serta selalu berkoordinasi dengan puskesmas terdekat.

g. Meniadakan karpet atau mukena yang dipakai secara umum di musholla masing-masing.

h. Sekolah wajib menyediakan masker (antisipasi siswa tidak membawa masker).

4. Menyiapkan media sosialisasi dan edukasi pencegahan Covid-19 untuk warga sekolah
5. Pengaturan siswa belajar di sekolah dan belajar dari rumah diatur :
a. Separuh jumlah siswa dimasing-masing kelas belajar dirumah dan belajar di sekolah (bergantian).

b. tempat duduk di kelas diatur jarak antar siswa, tidak boleh duduk berdekatan (minimal 1,5m).

6. Pengaturan jarak dengan prinsip social distancing dan physical distancing.

7. Mengajak warga sekolah untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

8. Mengajak warga sekolah untuk senantiasa berdo’a dan mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa.

PROTOKOL KESEHATAN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH

1. Sosialisasi pencegahan covid-19 melalui spanduk/x-banner yang dipasang di depan sekolah dan tempat-tempat umum
di lingkungan sekolah.

2. Menyediakan alat pengukur suhu (thermo gun) untuk melakukan proses skrining kesehatan sebelum memasuki
lingkungan sekolah.

3. Menyediakan wastafel/tempat cuci tangan, lengkap dengan sabun di depan ruang kelas masing-masing dan ditempat-tempat strategis lainnya sesuai kebutuhan.

4. Menyediakan disinfektan untuk membersihkan sarana sekolah, laboratorium, ruang ibadah secara periodic.

5. Menyediakan masker cadangan (untuk pengganti bagi seluruh warga sekolah yang membutuhkan).

6. Optimalisasi fungsi UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) beserta perlengkapannya.

7. Mengatur jarak bangku didalam kelas, dengan jarak minimal 1 meter antara siswa.

8. Meniadakan peralatan ibadah yang digunakan secara umum/bersama.

9. Melakukan penyemprotan disinfektan terhadap sarana dan prasarana sekolah setelah penggunaan bersama.

PROTOKOL KESEHATAN BERANGKAT DARI RUMAH MENUJU KE SEKOLAH

1. Sebelum berangkat ke sekolah, orang tua memastikan bahwa siswa dalam kondisi sehat (suhu badan
normal, tidak batuk, pilek, gangguan kulit, mata, muntah, diare, tidak selera makan atau keluhan lain).
Hal ini berlaku pula bagi Guru dan Tenaga Kependidikan.

2. Membawa bekal makanan dan minuman dari rumah (wajib).

3. Pakaian yang dikenakan dalam kondisi bersih.

4. Mengenakan Masker baik saat berangkat, maupun saat di sekolah dan saat pulang dari sekolah.

5. Jika menggunakan kendaraan umum/antar jemput roda 4, tetap menerapkan prinsip jaga jarak, dan tidak
menggunakan kendaraan umum roda 2 (ojek).

6. Jika menggunakan roda 2 milik pribadi atau keluarga dan berboncengan harus dalam satu keluarga (satu
Kartu Keluarga).

7. Dari rumah langsung menuju ke sekolah (tidak mampir-mampir).

8. Sampai di Sekolah dilaksanakan pemeriksaan oleh pihak sekolah mulai suhu tubuh, kelengkapan masker dan dilanjutkan dengan cuci tangan atau pemakaian hand sanitizer.

9. Pengantar dan Penjemput berhenti di lokasi yang ditentukan dan di luar sekolah, serta dilarang menunggu
atau berkerumun selama mengantar atau menjemput.

PROTOKOL KESEHATAN UNTUK SISWA SELAMA DI SEKOLAH

1. Selalu mengenakan masker.

2. Selalu menjaga jarak, tidak berkerumun dan tidak saling bersentuhan.

3. Membiasakan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun setelah memegang sesuatu.

4. Melaporkan kepada guru/tenaga kependidikan jika merasa sakit atau tidak enak badan.

5. Mengurangi aktivitas di luar kegiatan pembelajaran dan pembelajaran di luar kelas.

6. Menghindari aktifitas olah raga yang melibatkan kontak fisik dengan orang lain, baik secara
langsung maupun tidak langsung.

7. Makan dan minum bekal sendiri dan dilakukan di kelas masing-masing.

8. Pelaksaaan kegiatan ibadah dilaksanakan di tempat ibadah sekolah secara bergantian dengan
membawa perlengkapan ibadah sendiri.

9. Selama jam istirahat siswa tetap berada di dalam kelas.

PROTOKOL KESEHATAN UNTUK GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SELAMA DI SEKOLAH

1. Selalu mengenakan masker.

2. Selalu menjaga jarak, tidak berkerumun dan tidak saling bersentuhan.

3. Membiasakan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun setelah memegang sesuatu.

4. Melaporkan kepada Kepala Sekolah jika merasa sakit atau tidak enak badan.

5. Mengurangi aktivitas di luar kegiatan pembelajaran dan pembelajaran di luar kelas/di luar
kantor.

6. Menghindari aktifitas olah raga yang melibatkan kontak fisik dengan orang lain, baik secara
langsung maupun tidak langsung.

7. Makan dan minum bekal sendiri dan dilakukan di ruang masing-masing
8 Pelaksaaan kegiatan ibadah dilaksanakan di tempat ibadah sekolah secara bergantian dengan
membawa perlengkapan ibadah sendiri.

9. Selama jam istirahat tetap berada di dalam kelas atau ruang kerja masing-masing.

10. Selama mengajar di kelas guru tetap menjaga jarak dari siswa dan tidak mobile (tidak
berkeliling kelas/mendekati siswa).

11. Tidak memberikan tugas yang bahan/kertasnya berasal dari guru, siswa menggunakan
bahan/kertas kerja milik sendiri.

PROTOKOL KESEHATAN PULANG DARI SEKOLAH MENUJU KE RUMAH

1. Selesai jam sekolah, siswa langsung meninggalkan sekolah dengan ketentuan :

a. sekolah mengatur jam pulang masing-masing kelas (tidak boleh bersamaan).
b. penjemputan tetap dilakukan di luar area sekolah
c. pintu keluar dari sekolah semua warga sekolah wajib melewati bilik disifektan.

2 Mengenakan Masker.

3 Jika menggunakan kendaraan umum/antar jemput roda 4, tetap menerapkan prinsip jaga jarak,
dan tidak menggunakan kendaraan umum roda 2 (ojek).

4. Jika menggunakan roda 2 milik pribadi atau keluarga dan berboncengan harus dalam satu
keluarga (satu Kartu Keluarga)

5. Sampai di rumah langsung ganti pakaian dan mandi dengan menggunakan air hangat/air
mengalir dan sabun.

6. Tidak berkumpul atau melakukan kontak fisik dengan anggota keluarga sebelum mandi.(Pur/Nuri)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*