Guna Menjaga Kestabilan Harga Ikan, Kadin Minta Pemerintah Bangun Penampungang Ikan Sekala Besar

Khairul Anwar, Ketua Kamar Dagang dan Industi (KADIN) Sumenep

Javanetwork.co.id, Sumenep – Ketua Kamar Dagang dan Industi (Kadin) Sumenep, Khairul Anwar meminta pemerintah Kabupaten Sumenep untuk membuat penampungang ikan sekala besar di sejumlah sentra perdagangan ikan yang ada di wilayahnya.

Hal itu dilakukan, agar supaya masyarakat yang mempunyai mata pencahatian sebagai nelayan mendapat kestabilan harga saat musim ikan terjadi, lebih-lebih disaat terjadinya masalah ekonomi seperti saat ini.

“Saat musim ikan terjadi, para nelayan di Sumenep bisa menghasilkan puluhan ton ikan perharinya, hal itu bisa dilihat dari banyaknya masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan,” terangnya, Kamis (14/05/2020)

Menurut Khairul, Tingginya potensi kolektif ikan seharusnya bisa diikuti dengan stabilnya harga yang di dapat oleh para nelayan, sehingga dengan begitu para nelayan tidak merasa rugi saat musim ikan terjadi.

“Saat musim ikan terjadi seharusnya pemerintah bisa menjamin ke stabialan harga, dan itu bisa dilakukan bila mana pamerintah membuat penampungan ikan disetiap sentral perdagangan ikan,” terangnya

Dijelaska oleh Khairu, dengan adanya penampungan ikan skala besar disetiap sentral perdagangan, ikan-ikan hasil tangkapan para nelayan bisa disimpan dan dijual kembali pada saat harga ikan atau kebutuhan konsumen terhadap ikan mulai naik.

“Menurut saya disaat seperti ini keberadaan penampungan ikan sangatlah di butuhkan, melihat kebutuhan konsumen terhadap ikan mengalami penurunan akibat adanya covid-19,” jelasnya

Lebih lanjut Khairul menjelaskan, ditengah pandemi covid-19 yang bertepatan dengan tingginya hasil tangkapan ikan, banyak para nelayan yang merasa dirugikan, hal itu terjadi karena sedikitnya permintaan ikan dari para pengepul terhadap nelayan.

“Kalau dulu para pengepul bisa membeli ikan hingga belasan drum kepada nelayan untuk di jual keluar daerah, saat ini para pengepul hanya bisa membeli empat sampai lima drum,” terangnya

Akibat masalah itu, lanjut Khairu tidak sedikit dari masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan merasa kebingungan untuk menjual sisa tangkapannya.

“Percuma harga ikan saat ini lumayan mahal kalau tidak ada yang membeli, nanti ujung-ujungnya akan terhitung murah juga kan,” ungkapanya.(Nri/Rpm)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*