Merasa Karyanya Dibajak, Owner Batik Canteng Koneng Siap Tempuh Jalur Hukum

Javanetwork.co.id, Sumenep – Merasa karyanya di bajak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, owner batik tulis Canteng Koning akan tempuh jalur hukum.

Hal tersebut di sampaikan Didik Haryanto selaku pemilik batik Canteng Koneng saat ditemui dipadepokannya oleh wartawan media ini. Jum’at 27/03/2020

Didik mengatakan, saat ini dirinya sudah mulai melengkapi bukti-bukti yang akan diserahkan kepada pihak Kepolisian.

“Bukti-bukti sebegian besar sudah kami kumpulkan dan rencananya dalam waktu dekat ini akan segera kami ajukan ke polres,” ungkapnya

Sebagai salah satu pengusaha batik tulis berskala besar di wilayah Kabupaten Sumenep, Didik mengaku kecewa ketika mendapat informasi bahwa kereasi motif bantiknya dibajak oleh oleh oknum pengusaha Sentra Batik Al Barokah, selain itu, pihaknya juga merasa dirugikan hak ciptanya yang sudah pihaknya patenkan dicopy paste tampa seizinnya.

Menurut Didik yang akrab disapa D’cako mengatakan, pihak pengusaha Sentra Batik Al-Barokah yang ada di desa Pakandangan Tengah Kecamatan Bluto terpaksa meniru karena atas permintaan Dinas Kesehatan Sumenep. Sementara Undang-Undang telah mengatur soal Penjiplakan sebuah Karya Seni hanya boleh dilakukan dan tidak lebih dari sepuluh persen.

“Motif tersebut adalah batik yang sangat istimewa dan dibandrol seharga Rp.3.000.000 (Tiga Juta Rupiah) di padepokan saya dan sudah terjual dan terpakai oleh kalangan pejabat. Boleh dibajak ataupun ditiru, tapi jangan lebih Sepuluh Persen lah, bila lebih siap-siap saya perkarakan siapapun itu yang sudah berani menjiplak hak cipta saya. Mohon maaf bukan maksud apa, biar masyarakat Sumenep tau kalau Kekayaan Intelektual itu sangat dilindungi di negeri ini,” tegasnya.

Disamping itu, Didik juga menyampaikan bahwa akan mengungkap siapa dalang dan siapa saja yang ikut serta dalam pembajakan karyanya.

“Siapa saja pihak yang terlibat di dalamnya, maka harus bertanggung jawab, baik dari segi hukum Pidana tentang Undang-undang Nomer 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan hukum materil atau non materil,” pungkasnya.(Nur/Nrie)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*