GOW Sumenep Tanamkan Kreativitas Dengan Menggelar Workshop Handicraft

Organisasi Gabungan Wanita (GOW) Kabupaten Sumenep

Javanetwork.co.id, Sumenep – Organisasi Gabungan Wanita (GOW) Kabupaten Sumenep mengembangkan program pustaka terapan berbasis inklusi sosial. Kegiatan kali ini yakni workshop handicraft diikuti 24 organisasi wanita dari berbagai latar yang berbeda.

Kegiatan yang berlangsung di kabupaten berjuluk Kuda Terbang itu diikuti peserta mulai dari ibu rumah tangga, pedagang konveksi, hingga guru. Pilihan kain jeans sendiri merupakan perpaduan teknik lukis dan kreativitas menjahit, sehingga menghasilkan karya yang banyak diminati oleh berbagai kalangan mulai masyarakat lokal hingga nasional.

Para peserta akan diberikan berbagai materi tentang merubah tampilan tas berbahan dasar kain jeans itu ditaburi hiasan yang kaya dengan nilai-nilai seni, sehingga selain mempunyai kesibukan memasak dan menjadi ibu rumah tangga yang baik di rumah disela-sela itu dengan modal yang didapatkan dari pelatihan itu akan menjadi pekerjaan dan penghasilan tambahan sehingga bisa membantu pemasukan keuangan.

Tidak hanya berhenti di situ, pelatihan yang akan yang disasar ke 24 organisasi yang menaungi sekitar 50 orang yang akan menjadi peserta pelatihan itu juga nantinya diharapkan menularkan hasil workshop itu ke perempuan-perempuan lain yang memang membutuhkan uang tambahan.

Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumenep Nia Kurnia Fauzi menjelaskan, perempuan untuk masuk kategori hebat memang diharuskan pandai mengatur waktu, selain memang dituntut menjajdi istri dan ibu rumah tangga yang ideal memang tidak menggugurkan kodratnya sebagai perempuan.

“Sudah sepantasnya perempuan harus peka situasi, setiap waktu senggang harus benar-benar dimaksimalkan, selain mengabdi kepada suami dengan menjadi ibu rumah tangga, tidak salah jika harus menyumbangkan penghasilan tanpa harus mengabaikan kewajibannya,” ungkapnya.

Karena memang adanya pelatihan handicraft itu bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anggota yang tergabung di organisasi wanita Sumenep, dan meningkatkan perekonomian keluarga, sehingga puing-puing kemandirian itu bisa menyebar keseluru perempuan yang berdomisili di ujung timur Madura ini.

“Memang perempuan itu kudu aktif, dan harus memanfaatkan peluang yang ada, sehingga bisa berkembang, apalagi perempuan itu salah satu pilar penentu kemajuan sebuah negara,” pungkasnyanya.(Bai/Nurie)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*