Pengoplos Beras di Sumenep Akhirnya Ditetapkan Sebagai Tersangka dan Dikenakan Pasal Berlapis

Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriyadi gelar Konferensi Pers

Javanetwork.co.id, Sumenep – Polres Sumenep akhirnya tetapkan saudara L dalam kasus pengoplos beras marek Bulog dengan beras punya patani yang terjadi di gudang UD Yudhatama Art.

Saudara L ditetapkan sebagai tersangka setelah melewati proses penyelidikan yang cukup panjang dari pihak Polres Sumenep.

Dalam Konferensi Pers nya, Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriyadi menuturkan, peraktek usaha mencampur beras merek Bulog dengan beras milik petani yang dikemas dalam berbagai merek itu sudah dilakukan sejak tahun 2018 lalu.

“Hasil fakta penyidikan beras oplos tersebut diperoleh dari bulok yang dibeli dari daerah sidoarjo kemudian beras bulok tersebut dilakukan pencampuran dengan beras lokal atau petani dan itu sudah beelangsung dari tahun 2018,” terangnya, Jum’at (20/30/2020)

Setelah melakukan pengoplosan, lanjut Deddy tersangka kemudian melakukan penyemprotan dengan cairan pandan untuk membuat beras itu harum.

Selanjutnya, beras hasil oplosan tersebut di kemas kembali kedalam karung yang telah disiapkan oleh tersangka.

“Berbagai kegiatan ini dilakukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat yang ada di Kabupaten Sumenep serta pemenuhan kebutuhan program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) kepada e Warung yang ada,” jelasnya

Akibat perbuatannya, terang Kapolres, pelaku dikenakan pasal 62 Undang-undang Nomor 8 Tentang Perlindungan Konsumen, pasal 139 Undang-undang nomor 18 tentang pangan dan pasal 109 Undang-undang nomor 7 tentang pangan.

“Tersangka kami jerat dengan pasal berlapis, dengan ancaman 5 tahun penjara,” ujarnya

Sebelumnya, Satuan Resense Kriminal (Satreskrim) polres Sumenep melakukan OTT terhadap gudang milik UD Yudhatama Art yang berada di jalan merpati 3A Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep. Dari hasil OTT itu diketahui bahwa gudang beras tersebut telah melakuan tindak pidana berupa pengoplosan beras.(Zn/Nrie)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*