Hidroponik, Cara Jitu Kelurahan Bangselok Atasi Keterbatasan Lahan Ditengah Pesatnya Pembangunan

Javanetwork.co.id, Sumenep – Sebagai negara agraris tentu Indonesia mempunyai tanah yang subur, ribuan jenis tanaman bisa tumbuh dinegra ini bahkan tidak sedikit masyarakat di belahan dunia menyebut bahwa tanah Indonesia adalah tanah surga.

Saking banyaknya lahan tanah di negeri pertiwi ini seperti sawah, kebun dan ladang membuat sebagian besar orang Indonesia berprofensi sebagai seorang petani.

Namun sebuah informasi mengejutkan datang dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2018 lalu. (BPS) mencatat luas lahan sawah di Indonesia tahun 2018 tinggal 7,1 juta hektare, turun dibanding 2017 yang masih mencapai 7,75 juta hektare.

Parahnya lagi turunnya lahan produktif di Indonesia dipicu karena banyaknya alih fungsi lahan yang mengakibatkan makin sempitnya lahan produktif Indonesia.

Maraknya alih fungsi lahan yang ada di Indonesia menuntun masyarakat untuk berfikir keras melakukan upaya-upaya baru dalam bercocok tanam seperti hanya yang dilakukan oleh warga Kelurahan Bangselok, Kecamatan Kota Sumenep.

Para warga yang tinggal di daerah tersebut menyulap area sempit yang ada di tengah-tengah pesatnya pembangunan kota menjadi lahan untuk berbudidaya tanaman hidroponik.

Ratna Dwirahayu, salah satu petugas yang merawat kebun tanaman hidroponik di RT 05 / RW 02 Kelurahan Bangselok, mengatakan, bercocok tanam memggunakan hidroponik memiliki banyak keunggulan ketimbang tanaman yang di tanam di sawah, kebun ataupun ladang.

“Banyak Kelebihan bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik, selain tidak membutuhkan lahah yang cukup luas kuantitas dan kualitas produksi dari sistem penanaman ini lebih tinggi dan lebih bersih,” ungkapnya kepada wartawan media ini, Senin (16/12/19).

Selin kualitas dan kuantitas yang baik tanaman menggunakan sistem hidroponik ini juga memiliki harga yang cukup fantastic dibandingkan taman biasanya.

“Keunggulan lain yang dimiliki tanaman ini adalah nilai jualnya yang cukup fantastic disamping itu, hasi produksi dari tanaman ini sangat baik untuk kesehatan karena tidak menggunakan bahan pestisida,” terangnya

Wanita yang akrab di panggil Ratna ini, mengaku akan terus melakukan upaya-upaya baru dalam mengembangkan budidayanya ini.

“Kedepan saya bersama teman-teman berkeinginan untuk teruskan mengembangkan hasil produksi hidroponik ini, seperti hanya membuat jus, puding, kue dan lain sebagainya sehingga nantinya bisa menjadi nilai tambah ekonomi tersendiri bagi masyarakat kelurahan Bangselok,” paparnya

Disamping itu, pihaknya berharap dengan adanya sistem tanam hidroponik yang saat ini dikembangkan di Kelurahan Bangselok dapat menjadi edukasi untuk masyarakat terutama di daerah perkotaan.

“Harapan saya kedepan di setiap rumah yang ada di wilayah kota mempunyai tanaman hidroponik, sehingga nantinya kota ini tetap terlihat asri meski ditengah pesatnya pembangunan,” pungkasnya. (PM/NRI)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*