Berkunjung Ke Sumenep, Lengkapi Dengan Menikmati Kopi Parancak dan Montorna

Muhyi Kabid pembangunan ekonomi Bakorwil 4 Pamekasan Madura di dampingi Kabid perkebunan Dispertahortbun Sumenep dan UPTD penyuluh Dispertahortbun saat melakukan peninjauan lokasi kopi di kecamatan Pasongsongan

Javanetwork.co.id, Sumenep – Ternyata di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur juga mempunyai produk kopi yang tak kalah bagus kualitas dan cita rasanya dengan kopi lain di daerah indonesia, (19/6).

Akan segera di sosialisasikan kepada para petani yang tersebar di Kecamatan Pasongsongan Sumenep, karena di wilayah tersebut sangat cocok sekali untuk tanaman kopi khususnya di Desa Prancak, Montorna, Lebbeng Barat dan Lebbeng Timur, kata Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dispertahortbun Sumenep Abdul Hamid, Rabu (19/06/2019)

Lebih dari 100 hektar, menurutnya, lahan yang berpotensi dijadikan tempat penanaman kopi di wilayah Kecamatan tersebut. Pihaknya sudah koordinasi dengan bakorwil untuk mengembangkan kopi di desa tersebut. Dari hasil tinjauannya di dua Desa di Kecamatan Pasongsongan yang sudah produksi kopi, di antaranya adalah Desa Prancak dan Desa Montorna. Sedangkan lebbeng Timur dan Barat masih dalam taham mencoba.

“Melalui petugas petugas yang ada di lapangan untuk mensosialisasikan bahwa tanaman kopi bisa dan cocok untuk dikembangkan di daerah tersebut,” terangnya.

Sementara, Jumiyanto selaku UPTD Penyuluh Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sumenep, menyampaikan, komoditas kopi ini baru mendapatkan perhatian, sehingga perlu penanganan khusus. Sebab rata rata, petani masih belum begitu paham terkait dengan tata cara merawat seperti pemangkasan bentuk dan pemangkasan produksi.

“Kami lihat masih minim pengetahuannya tata cara merawat, seperti cara pemangkasan bentuk dan produksi sehingga perlu dilakukan pembinaan dan penyuluhan terhadap komoditas kopi,” paparnya.

Miyanto mengaku, akan melakukan pembinaan secara intensif secara terjadwal kepada masyarakat pembudidaya kopi. Sehingga, para petani dapat mengembangkan potensi kopi yang ada dan nantinya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kopi memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, apalagi kopi montorna harga jualnya cukup fantastis. Saat ini, harga ditempat hingga mencapai Rp.60 ribu rupiah per kilonya,” jelasnya.

Di sela-sela peninjauanya ke petani kopi, Muhyi Kabid pembangunan ekonomi Bakorwil 4 Pamekasan Madura yang di dampingi Kabid Perkebunan Dispertahortbun Sumenep dan juga UPTD Penyuluh Dispertahortbun Sumenep, pada awalnya pihaknya tidak percaya, kalau di Madura khususnya di Sumenep memiliki lahan yang cocok untuk mengembangkan dan membudidayakan tanaman kopi.

Ia menyatakan, jika masyarakat Sumenep kompak dalam mengembangkan dan mengangkat potensi tanaman kopi tersebut, apalagi saat ini, kopi sangat tren baik di kalangan yang tua hingga di kalangan pemuda. Selain dapat mengangkat potensi ekonomi Desa masing-masing, juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Sehingga, angka kemiskinanpun dapat mengurangi.

“Kami (Bakorwil, red) sangat mendukung, kami juga akan menyampaikan ke pihak Provinsi, bahwa di Madura khususnya di Sumenep punya banyak potensi yang cocok untuk tanaman kopi,” ungkapnya.

“Seandainya cafe-cafe yang ada di Madura dicukupi dengan kopi khas Madura, maka akan lebih menguntungkan bagi masyarakat Madura. Diharapkan, produk khas Madura yang satu ini (Kopi) dapat dikelola dengan baik dan di dapat kembangkan hingga keluar daerah,” pungkasnya.(Rul/Rie/Rah)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*