Enam Pelaku Pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang Sudah di Tangkap

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan

Javanetwork.co.id, Surabaya – Kapolda Jawa Timur Luki Hermawan melakukan audiensi dengan Ulama, Masayikh, para tokoh agama, dan tokoh masyarakat Kabupaten Sampang, terkait kasus pembakaran Mapolsek Tembelengan Sampang, Madura, Jawa Timur pada Rabu (23/5/2019) lalu, (26/5).

Giat silaturahmi para kiai Sampang Madura ke Kapolda Jatim, turut hadir Turut hadir dalam kegiatan ini, Para Pejabat Utama Polda Jatim diantaranya Dirintelkam Polda Jatim, Dirreskrimum Polda Jatim, Dirsabhara Polda Jatim, Kabidkum Polda Jatim, Kabidpropam Polda Jatim, Kabidhumas Polda Jatim serta Kapolres Sampang, dan sejumlah kiyai di Sampang, dinataranya K.H. Ali Badri, K.H. Fauroq Alawi, K.H. Malik, K.H. Buchori Maksum, K.H. Muqtadir Sonhaji, K.H. Ulum, K.H. Yahya Naninudin dan K.H. Fahul dan Kapolres Sampang AKBP Budhi. Audiensi itu berlangsung pada hari ini (26/05/2019) sekitar pukul 11.00 Wib, yang bertempat di Kediaman Kapolda Jatim.

Para tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (tomas) minta kepada pihak kepolisian agar menindak tegas para pelaku plus aktor intelektual yang melakukan pembakaran Mapolsek Tembelangan Polres Sampang akibat dilempar bom molotov.

Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan didampingi Waka Polda Brigjen Toni Harmanto dan Direskrimum Kombes Gupuh Setiono menegaskan, terjadinya kebakaran di Mapolsek Tembelangan Sampang Madura sudah dilakukan olah TKP dan juga melibatkan tim Inafis Polda Jatim.

Dalam peristiwa pembakaran Mapolsek Tembelangan Sampang tersebut, ada 6 pelaku plus aktor intelektualnya yang sudah tertangkap. Pelaku teridentifikasi telah melakukan aksi pelemparan bom Molotov kearah Mapolsek, dan para pelaku sudah diamankan di Mapolda.

”Saat ini para pelaku menjalani pemeriksaan intensif,” tegas Kapolda Jatim, Minggu (26/5/2019).

Sementara itu, menurut K.H. Buchori Maksum, bahwa para alim ulama Sampang prihatin melihat kejadian itu.“ Untuk itu kami dengan para alim ulama lainnya sepakat agar Kapolda Jatim mengusut tuntas sesuai hukum yang berlaku terhadap pelaku maupun aktor intelektual dibalik pembakaran Mapolsek,” tegasnya.

Diketahui, pada saat itu massa yang melakukan pembakaran Mapolsek Tambelangan di perkirakan sebagian dari ratusan orang yang melempar bom molotov kearah Mapolsek. Sehingga yang mengakibatkan terjadinya kebakaran pada Rabu (23/5/2019) sekitar pukul 22.00 wib, yang lalu, massa yang melakukan pembakaran membuat api cepat membesar sehingga bangunan kantor Mapolsek Tambelengan hangus terbakar dan rata dengan tanah.

Kegiatan audiensi itu, diakhiri dengan Door Stop Pernyataan Para Ulama dan Masayikh Kabupaten Sampang Madura yang sepakat, agar kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan tersebut, segera diungkap Pihak oleh Kepolisian dan segera ditemukan aktor penggerak aksi tersebut. Kemudian diproses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku di Negara ini,” pernyataan sikap para Ulama Sampang.(Mbah/Rpm)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*