Bibit Tembakau Lokal Unggulan, Diharapkan Tetap Dipertahankan

Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Sumenep Abd Hamid

Javanetwork.co.id, Sumenep – Setiap tahun petani selalu bercocok tanam tembakau sesuai dengan BMKG bahwa musim kemarau sudah hampir dekade ketiga bulan April 2019 ini. BMKG memastikan sudah memasuki awal kemarau, sehingga para petani sudah siap-siap untuk menanam tembakau. Sedangkan untuk pembibitan dimulai sejak April dan penanam dimulai sejak akhir Mei dan awal Juni, (25/5).

Plt Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (Disperthortbun) Sumenep melalui Kabid Perkebunan Hamid mengatakan, Untuk ploting area disesuaikan dengan tahun sebelumnya. Pihaknya sudah lakukan koordinasi dengan Dinas Perkebunan Provinsi bahwa ploting area menyesuaikan dengan tahun kemarin seluas 21.893 hektar.

“Terkait dengan sosialisasi terhadap petani, karena datangnya kemarau itu dengan tiba-tiba, seperti halnya tahun kemarin para petani banyak yang kecolongan petani banyak tidak menanam tembakau karena tanahnya tidak bisa diolah dan juga penyediaan air sangatlah terbatas, sehingga untuk realisasi tahun 2018 sekitar 63%. Dapat dimungkinkan untuk tahun sekarang kalau para petani antusias menanam tembakau bisa dari 63% tahun sebelumnya,” kata Hamid, Sabtu (25/5)2019).

Menurutnya, kami mengharapkan kepada para petani agar tetap mempertahankan bibit unggulan lokal dimadura. Seperti bibit tembakau Prancak N1, Prancak 95, dan ada lagi T1, T2, dan jenis pon Cangkreng agar tetap dipertahankan, karena itu bibit unggulan lokal.

“Sedangkan untuk bibit unggulan lokal sudah diakui oleh pabrikan secara nasional bahkan internasional dan Kami sudah melakukan sosialisasi kepada penyuluh-penyuluh untuk disampaikan kepada para patani agar terus tetap mempertahankan faritas unggul lokal khususnya di Sumenep,” ungkapnya.

Dia menambahkan,”Untuk mempertahankan bibit tersebut kami sudah melaksanakan pembibitan-pembibitan yang disebarkan ke petani secara cuma-cuma, merupakan salah satu bentuk mempertahankan faritas lokal,” pungkasnya.(HABIB/RPM)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*