Jelang Lebaran Ketersediaan Stok Daging di Sumenep Tercukupi

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumenep Ir. Bambang Heriyanto, M.Si

Javanetwork.co.id, Sumenep – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Sumenep, bambang Heriyanto, pastikan daging sapi di Sumenep aman, pihaknya juga menurunkan dokter hewan untuk melakukan identifikasi terhadap kondisi sapi sapi yang akan disembelih di dalam rangka penyediaan lebaran.

Satu minggu yang lalu pihaknya sudah melakukan operasi pasar dengan Dinas peternakan provinsi terkait ketersediaan daripada daging.

Kemudian terkait dengan adanya daging sapi yang masuk dari luar madura seperti daging gelondongan, ternyata sampai hari ini belum ada, artinya untuk di Sumenep sendiri masih aman aman saja.

“Sampai hari ini belum ada daging dari luar Madura masuk ke Sumenep,” ungkap Bambang Heriyanto, Rabu (22/5/2019).

Kemudian dari sisi kesehatan hewan, pihaknya mengaku sudah menurunkan dokter hewan untuk melakukan identifikasi terhadap kondisi sapi sapi yang akan disembelih untuk kebutuhan daging jelang lebaran.

Selain itu, mantan Kadis pertanian ini mengatakan sudah punya tim terpadu baik dari pemerintah Kabupaten Sumenep dan pemerintah provinsi. Pihaknya sudah melakukan komunikasi bahwa daging sapi Madura memang berbeda dengan daging sapi Jawa, baik dari sisi kualitas maupun harganya.

“Kami sudah melakukan komunikasi bahwasanya daging sapi Madura memang berbeda dengan daging yang di Jawa, baik dari sisi kualitasnya maupun harganya. Karena daging sapi madura berbeda dengan dagingnya di Jawa,” tambahnya.

Sementara ini untuk Rumah Potong Hewan (RPH) di Sumenep yang sudah kami pantau ada 6 titik, diantaranya di Kecamatan kota, Talango, Manding, Bluto sementara yang masih aktif, dan yang lainnya masih dilaksanakan perehapan.

Untuk melakukan kontrol RPH kami sudah punya petugas Insiminator Buatan (IB) di mana Selain sebagai insiminator juga untuk memantau RPH di wilayahnya mereka masing-masing. jadi setiap saat setelah apel pagi saya perintahkan untuk turun ke lapangan sesuai dengan wilayahnya untuk memantau apabila di RPH ada pemotongan sapi.

Ia menambahkan, pihaknya akan memberikan informasi terkait harga mana yang berkualitas baik dan yang jelek. kami punya cara melakukan sidak kepada pasar-pasar bukan secara tepat tapi secara internal dan melakukan sidak dengan melibatkan dokter dokter hewan.

Kemudian pihaknya menghimbau kepada masyarakat khususnya calon pembeli daging agar supaya lebih berhati hati dalam memilihnya baik Daging sapi maupun daging ayam.

“Masyarakat harus lebih cerdas lagi dalam memilih daging, petugas kami sudah melakukan survei ke lapangan bahwa ini harus dilakukan oleh masyarakat sendiri dan keamanan kesehatan mereka,” paparnya.

Selain iti pihaknya menyampaikan, melarang sapi betina produktif untuk dipotong. karena ini juga meruoakan salah satu perintah dari Kementerian pertanian untuk mempertahankan sapi-sapi yang berkualitas bagus, terutama sapi betina, apalagi yang sedang bunting.

“Apalagi saya punya program nantinya kami akan membuat program yang mungkin program prioritas bantuan sapi pejantan unggul,” imbuhnya.

Berikut ini daftar populasi ternak sapi di Kabupaten Sumenep tahun 2018 :

Sementara H. Hafi, Kabid Ketahanan Pangan Dinas Ketahann Pangan dan Peternakan Sumenep, mengatakan, untuk ketersediaan bawang putih dan termasuk dari sisi harganya sudah mencapai Rp.35.000. Pihaknya mengantisipasi menjelang lebaran ini tim inflasi akan turun kembali dan akan dipimpin oleh pak Asisten untuk melihat tingkat ketersediaan, katena takut terjadi penimbunan dan termasuk juga harga yang terjadi di pasar.

“Ini merupakan upaya dari tim inflasi daerah kemarin juga melibatkan pihak kepolisian yang juga tim satgas pangan turun, Jadi kemarin yang di Polsek Kota ternyata tim satgas pangan yang dikomandani oleh pak Kapolres itu memerintahkan kepada Polsek polsek untuk turun tentang harga bahan pokok di tingkat-tingkat pasar Kecamatan bahkan ke Desa yang ada pasarnya,” tutupnya.(HADI/IRUl/RPM)

Berikut ini, Data harga harian komuditas unggulan Nasional tingkat konsumsi pasar induk Anom Baru Sumenep tanggal 22 Mei 2019:

Beras Premium Rp. 10.000 – Rp. 12.000/Kg
Beras Medium Rp. 8.000 – Rp. 95.000/Kg, Jagung Rp.5.500 – Rp. 6000/Kg, Bawang Merah Rp. 27.000 -Rp. 25.000/Kg, Bawang Putih Rp. 30.000 – Rp. 35.000/Kg,
Cabe merah kecil Rp. 18.000 – Rp. 20.000/Kg, Cabe merah besar Rp. 25.000 – Rp. 27.000/Kg Daging Sapi Rp. 110.000 – Rp. 120.000/Kg, Daging kambing Rp. 130.000 – Rp. 140.000/Kg, Dagin ayam ras Rp. 35.000 – RP. 38.000/Kg, Daging ayam kampung Rp. 80.000 – Rp. 100.000/Kg, Telur ayam ras Rp. 23.000 – Rp. 25.000/Kg Telur ayam kampung Rp. 38.000 – Rp. 40.000/Kg, Gula Pasir Curah Rp. 11.000 – Rp. 12.000/Kg, Minyak goreng curah Rp. 10.000 – Rp. 12.000/Kg, dan Tepung terigu Curah Rp. 7.000 – Rp. 8.000/Kg.

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*