Sanggar Lentera, Turun ke Jalan Demi Wujudkan Sebuah Impian

Javanetwork.co.id, Sumenep – Kesenian memiliki peran besar dalam membentuk karakter masyarakat. Kesenian juga menjadi wadah perjumpaan budaya, serta mendororong lahirnya keanekaragaman dan transkulturalisme melalui kolaborasi.

Sayangnya, kesenian belum memperoleh dukungan yang memadai dari pihak pemerintah, namun itu semua bukan menjadi halangan bagi mereka pecinta seni untuk terus berkreativitas.

Peran Badut Syarif Hidayatullah, salah satu anggota Sanggar Lentera.

Seperti halnya yang dialami teman teman UKM Sanggar Lentera STKIP PGRI Sumenep, mereka mengaku sangat sulit mendapatkan dana dari pemerintah. Ditambah dana dari kampus minim dan belum mampu mencukupi kebutuhan ketika mengadakan even, hal ini disampaikan langsung oleh Syarif Hidayatullah, salah satu anggota Sanggar Lentera.

Dia mengaku segala macam cara dilakukan teman teman untuk memenuhi kebutuhan itu, mulai dari mengamen, meminta donatur hingga berperan sebagai badut di jalanan untuk mendapat dukungan materi dari masyarakat setempat.

Wahyu, salah satu anggota

Hal senada juga disampaikan Wahyu, salah satu anggota baru Sanggar Lentera, demi mewujudkan keinginan pentas di Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan, yakni Teater Pangestu, dia rela mengamen setiap hari dan berpenampilan aneh untuk mnarik perhatian masyarakat. Jerih payah yang setiap hari ia lakukan tidak lain untuk mewujudkan keinginanya untuk berkreativitas.

“Berkesenian itu bukan hanya ketika ada dana, karena dalam kehidupan anak seni, uang bukan patokan utama, tapi bagaimana kita mampu berfikir dan berkretivitas meski dana tak mencukupi, selama ada kemauan pasti ada jalan, uang tidak menjamin kita bahagia” tambahnya.

Perlu diketahui, Sanggar Lentera akan pentas besok malam sekitar pukul 19.00 Wib di Teater Pangestu Pamekasan dengan judul Naskah “Sabotase” yang di Sutradarai oleh Eka Ferdiayansyah.

Lakon itu akan diperankan oleh tujuh aktor, lima laki laki dan dua perempuan. Diantaranya, Irul, Wahyu, Adi, Sandi, Angga, Wiga dan Desi. Mereka semua merupakan aktor andalan organisasi kesenian yang berjargon MOKSA RAKSA SAKIT MEMANG.(IRUL/RPM)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*