BPRS Bhakti Sumekar, Lumbung Warga Sumenep

Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) provinsi Lampung saat Kunjungan ke Bank BPRS Sumenep

Javanetwork.co.id, Sumenep – Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) provinsi Lampung itu sebenarnya menindaklanjuti terkait dengan kunjungan wakil bupati Waykanan bersama rombongan dan direktur BPRS way kanan yang pernah dilakukan sebelumnya, (25/4).

 

Karena di Lampung itu ada 11 BPRS dan 9 apa 8 itu di antaranya itu adalah milik Pemkab pada saat wakil bupati bersama wakil bupati Waykanan bersama rombongan BPRS nya itu ke sini dan mendapatkan penjelasan dari kita studi banding itu mereka mempunyai komitmen yang sama untuk melaksanakan program yang juga dilaksanakan oleh BPRS.

Direktur BPRS Novi Sujatmiko megatakan, ijinnya memang harus diproses oleh OJK provinsi Lampung Lampung itu ingin melihat secara langsung bagaimana implementasi terkait dua hal yang pertama implementasi penggunaan ATM tanpa kartu karena ini sesuatu hal yang baru yang dilaksanakan di BPRS.

“yang kedua tentang sinergisitas antara BPRS dan pemerintah Kabupaten khususnya Kabupaten Sumenep dalam rangka meningkatkan sisi layanannya dan performanya BPRS Bhakti Sumekar jadi mereka pingin melihat apa yang di mau dilakukan oleh BPRS,” jelas Direktur Bank BPRS Sumenep Novi, Kamis (25/4/2019).

Way kanan itu kata Novi sapaan akrabnya, yang kemudian mengajukan izin ke OJK Lampung Lampung ingin tahu kayak apa sih pelaksanaannya di BPRS Bhakti Sumekar ya ini sebuah kehormatan bagi kami bahwa otoritas Jasa keuangan provinsi Lampung itu melihat secara langsung kita dari sisi pelaksanaan ATM tanpa kartu juga pelaksanaan kerjasama antara BPRS dengan beberapa upd yang sudah berjalan.

“BPRS way kanan sebagai pihak perbankan juga itu pingin melaksanakan apa yang ada di sini dan ijinnya itu kenari diproses oleh OJK Lampung ingin melihat secara langsung kayak apa seperti apa sesuatu hal yang baru memang sesuai ekspektasinya,” ujarnya.

 

Direktur Bank BPRS Sumenep Novi Sujatmiko

Kemudian, mereka memang BPRS kita memang layak untuk dijadikan rujukan oleh DPR DPS lain khususnya BPRS BPR milik Pemda yang ada di Indonesia kita memang sudah banyak berbuatlah berbuat banyak berbuat banyak banyak berbuat tidak ada itu.

“Jadi itu yang yang di hatinya mereka apresiatif itu dengan apa yang sudah dilakukan oleh kita dan menurut mereka ya kita nggak salah kalo kesini itu menurut mereka dan mereka juga berterima kasih bisa bertemu pak Bupati,” ucapnya pada wartawan.

karena memang mereka ingin langsung ke kita dan kemudian ingin ketemu sejauh mana pemikiran pak bupati yang memang selaku Pembina selaku pemilik pemegang saham pengendali nya selaku pihak yang apa representasi dari pemilik saham mayoritas atau pemegang saham pengendali dari BPRS Bhakti Sumekar.

Bahkan, yang dibawa gagasan-gagasan kita yang memang salah dalam hal ini kita akan ke depan lebih banyak mengedepankan sisi layanan digital jadi bagaimana kita mendigitalisasi layanan ke depan dan kerjasama layanan kedepan dan kerjasama dengan UPTD yang nantinya semuanya berbasis digital semuanya berbasis non tunai.

“itu yang kita sampaikan di depan kerjasamanya dalam hal transaksionalnya nanti akan mendukung gerakan non tunai yang dicanangkan oleh pemerintah pusat tidak semua Pemerintah Daerah itu juga melakukan hal yang sama artinya komitmen itu perbankan yang mendukung penuh untuk itu walaupun kita setelah DPR atau BPRS kita berupaya untuk mengakomodir keinginan pemerintah,” jelasnya.

Ia pun bangga, Tentunya kia bangga dengan bank milik pemerintah ini menjadi nasabah BPRS Bhakti Sumekar karena ini adalah bank milik masyarakat Sumenep ke Bank Jatim ke Bank mandiri BRI kita tidak dalam rangka mengambil alih itu semua artinya kita berusaha memberikan alternatif pilihan kepada masyarakat dengan pemberian layanan yang lebih maksimal.

“dan pilihannya tetap ada di masyarakat jadi kalau dalam persentasi kami dihadapan Bupati tadi dan juga diwujudkan memang kita berusaha menjadi alternatif pertama mungkin pilihan untuk akses layanan perbankan,” harapnya.

harapan kita kita dengan cara memberikan layanan yang semaksimal mungkin tentunya dan Harus bersaing dengan bank-bank lain yang ada di Sumenep jadi yaitu kita bersaing secara sehat.(HB/RPM)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*