Paguyuban UMKM Sri Kandi Kecamatan Lenteng, Gelar Koordinasi Peningkatan Usaha UMKM

Javanetwork.co.id, Sumenep – Sejumlah pelaku UMKM yang tergabung dalam Paguyuban UMKM “Sri Kanndi” Kecamatan Lenteng Sumenep, Madura, Jawa Timur, melaksanakan Silaturrahmi dan Tatap Muka bersama Bupati A. Busyro Karim dan Ketua PKK Sumenep Ibu Nur Fitriana Busyro Karim, (14/11).

Dalam acara tersebut, dihadiri langsung oleh Bupati Sumenep A. Busyro Karim berserta Ibu Ketua PKK Sumenep, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep Syaiful Bahri, Kepala Dinas Koperasi & UKM Sumenep Imam Trisnohadi, Forpimka, dan Kepala Desa Lenteng Timur, serta tokoh masyarakat.

Adapun produk olahan yang dikelola oleh sejumlah UMKM di Kecamatan Lenteng, yakni keripik singkong, goreng pisang, chatering, kue, kedelai, kacang tanah, keripik gaddung, dan olet.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim dalam sambutanya mengatakan, Peran serta Pemerintah dalam meningkatkan dan memberikan semangat kepada masyarakat pelaku UMKM agar mampu bersaing dipasaran hasil produksinya. Meningkatnya pelaku UMKM disuatu Daerah, bukan karena campur tangan Pemerintah langsung atau sumbangan APBD terhadap pelaku UMKM.

“Masyarakat harus memiliki semangat yang tinggi dalam mengembangkan Kreatifitas dan terus berinovasi,” kata A. busyro Karim Bupati Sumenep, rabu (14/11/2018).

Menurut Busyro, tumbuhkan semangat dari bawah terlebih dahulu, bagaimana cara untuk berinovasi dan meningkatkan usaha pelaku UMKM itu sendiri. Sehingga, usaha yang dikelolanya bisa terus berkembang, dan dari hasil produk olahan tersebut, nanti banyak yang akan diminati oleh orang luar daerah.

“Pelaku UMKM harus mampu mengebangkan hasil produksinya, sebab Pemerintah hanya memfasilitasi saja,” terangnya.

Bupati A. Busyro Karim menambahkan, Produksi hasil olahan asli Sumenep sejak empat tahun yang lalu sudah di Perbupkan. Indomart dan alfamart wajib menerima hasil olahan produksi UMKM asli Sumenep, dan 10% ruangan tersedia untuk hasil produk dilinhkungan Sumenep.

“Ketika ditinjua ke sejumlah Indomart dan Alfamart, hasil produksi UMKM masih belum ada yang masuk. Sebab, lebel kemasan dan lebel halal dari pelaku UMKM belum di urus ijin nya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep Syaiful Bahri menyampaikan, Untuk pengurusan ijin lebelisasi dan Kemasan, seperti lebel Halal, PIRT, kami bisa memberikan fasilitasi. Dan untuk lebelisasi Halal tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep yang melaksanakan.

Sedangkan untuk ijin PIRT dan yang selanjutnya agar menjadi ijin Depkes, itu yang melaksanakan Dinas Kesehatan terkait, dan kami (Disperindag, red) Sumenep akan membantu dalam pengurusan ijin tersebut.

“Pihak Dinas kesehatan nanti memberikan arahan dan kemudian ditanjau ketempat produksi,” ucapnya.

Selain itu, Terkait fengan nama dari hasil produk olahan UMKM kalau akan di patenkan kejakarta, kami masih bisa memberikan fasilitasi.”karena kami bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdangan (Disperindag) Propinsi Jatim dalam melaksanakan fasilitasi terhadap lebelisasi,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, kepada masyarakat hususnya pelaku UMKM di Kecamatan Lenteng untuk terus berkarya dan mengembangkan produksi olahanya. Maju dan berkembangnya suatu usaha tergantung kepada diri kita masing masing dalam memacu semangat, dan membangun ekonomi yang mandiri.

“Jika pelaku UMKM masih belum mengurus ijin dan lebelisasi nya, segera diurus dan kami siap memfasilitasi,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua PKK Sumenep Ibu Nur Fitriana Busyro Karim menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pelaku UMKM yang tergabung dalam Paguyuban UMKM Sri Kandi, berupa satu set peralatan memasak dan juga Ijin usaha UMKM dengan Garatis.(PM/RPM)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*