Presiden Jokowi, Hadiri dan Resmi Membuka FKMA Ke-V 2018 di Sumenep

Javanetwork.co.id, Sumenep – Pagelaran Festival Keraton dan Masyarakat Adat (FKMA) Se-Asean dan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) di Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, yang diikuti oleh 58 Karaton sebagai Dewan Karaton, 230 Kerajaan dan 80 Lembaga adat sebagai calon anggota FSKN. Kegiatan tersebut yang bertempat di depan masjid Jamik Sumenep, (28/10).

Dalam kunjunganya, di acara FKMA dan FSKN Bapak Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Hj. Iriana Joko Widodo yang di damping oleh Gubernur Jatim Drs. H. Soekarwo, SH, M.Hum beserta Ibu Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si, Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Arip Rahman, Kapolda Jatim Irjen. Pol. Drs. Lucky Hermawan.

Festival Keraton dan Masyarakat Adat (FKMA) Se-Asean dan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) resmi di buka oleh Presiden Joko Widodo yang ditandai dengan pemukulan gong, didampingi oleh Ketua FKMA, Gunbernur Jawa Timur H. Soekarwo dan Bupati Sumenep A. Busyro Karim.

Presiden Joko Widodo dalam sambutanya mengatakan, mengajak kepada seluruh Raja, Pangeran, Ratu, dan Permaisuri peserta FKMA dan FSKN untuk terus menjaga kerukunan antar ummat beragama, menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa. Sebab, FKMA dan FSKN ini bersamaan dengan hari Sumpah Pemuda yang serentak dilaksanakan diseluruh tanah air.

“Menjaga kerukanan, persaudraan, dan kesatuan Bangsa merupakan aset terbesar bangsa ini,” kata Joko Widodo Presiden RI saat memberikan sambutan di depan para Raja, Ratu, Pangeran, dan Permaisuri, minggu (28/10/2018).

Pada kesempatan ini, sudah jelas terlihat perbedaan antar suku, agama, bahasa dan adat istiadatnya. Bahkan, tradisi masing masing tidak sama. Maka, kita semua patutlah bersyukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan Anugrahnya kepada Negara kita, Negara Indonesia tercinta ini.

“Di era teknologi saat ini, bangsa kita boleh maju. Namun jangan sampai kita mundur dalam kebudayaan, sebab aset terbesar bangsa kita adalah adat dan budaya,” jelasnya.

Ditegaskan, kearifan lokal yag dimiliki Negara Indonesia merupakan akar kuat kemajuan Bangsa Indonesai. Nilai nilai kebudayaan kita jaga untuk persatuan dan kesatuan Bangsa, ini potensi besar dan kekuatan Bangsa.

“Mari kita jaga kerukunan antar umat beragama, adat istiadat, budaya dan bahasa, ini merupakan kekuatan untuk kemajuan Bangsa,” pungkasnya.(RPM/RHM)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*