Teken MoU dengan Pemkab, Japnas Pusat Siap Investasi di Sumenep

Ketua Japnas Pusat Bayu Priawan Djokosoetono teken MoU dengan Bupati Sumenep A Busyro Karim, Sabtu (14/04/2018) di Rumdis Bupati Sumenep. (Foto: Istimewa/Media Center)

Sumenep, JavaNetwork.co.id – Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Pusat menandatangani nota kesepakatan/MoU (Memorandum of Understanding) dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (14/04/2018) sore kemarin.

Penandatanganan yang dilakukan Ketua Japnas Pusat, Bayu Priawan Djokosoetono dengan Bupati Sumenep, A Busyro Karim di Rumah Dinas (Rumdis) Bupati, Jalan Panglima Sudirman, Sumenep itu, terkait kesiapan Japnas berinvestasi di Sumenep.

“Kami telah mengidentifikasi potensi peluang usaha dan akan melakukan investasi kongkrit,” ucap Bayu di hadapan Bupati Sumenep dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sumenep.

Pria kelahiran Jakarta, 24 Mei 1997 itu menyebut Sumenep diam-diam menghanyutkan. Sebab, potensi kabupaten ujung timur pulau Madura ini luar biasa. Baik pariwisatanya, migas maupun agriculture dan lain-lainnya.

Untuk itu, Bayu yang kini menjabat Chairman Blue Bird Group Holding meminta tiga hal pada pemerintah daerah dalam berinvestasi di Sumenep.

“Kami butuh tenang, nyaman dan aman. Kami akan bersama-sama pemerintah daerah untuk membangun Sumenep. Jadi, kami akan melakukan investasi kongkrit di Sumenep,” tegas cucu pendiri Blue Bird Taxi, Mutiara Fatimah Djokosoetono itu.

Selaku tuan rumah, Bupati Sumenep, A Busyro Karim berharap Japnas dapat melakukan investasi di Sumenep sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan program yang sudah menjadi target pemerintah daerah.

“Saat ini, Sumenep sedang membangun dan mengembangkan dunia pariwisata. Sehingga banyak peluang yang bisa dilakukan oleh swasta,” ujar Bupati.

Orang nomor satu di Sumenep itu pun memaparkan potensi sejumlah wisata Sumenep. Mulai wisata sejarah, religi, wisata alam, seperti Lombang, Gili Labak, Pantai Sembilan, dan Museum Keraton Sumenep.

“Sumenep tidak kalah dengan daerah lain. Di sini ada wisata pulau kesehatan, pulau Giliyang, yang tidak ada di daerah lain,” kata Bupati.

Selain itu, politisi PKB tersebut juga menyampaikan potensi seni budaya yang dimiliki Sumenep. Menurutnya, kalau ingin tahu Madura yang sebenarnya, maka berkunjunglah ke Sumenep.

“Warga Sumenep memegang filosofi ‘Bapa’ Bhâbbhu’ Ghuru Rato‘. Menghormati orang tua, guru dan penguasa (pemerintahan). Itu yang dipegang dalam kehidupan masyarakat Sumenep. Bisa dibuktikan kesopanan orang Sumenep nanti. Silakan jalan-jalan! Pasti warga Sumenep berbeda dengan daerah lain,” papar Bupati sambil tersenyum. (Rahman/Kiki)

Bagikan di sini!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*